.

.

Pages

Showing posts with label Bhikkhu. Show all posts
Showing posts with label Bhikkhu. Show all posts

Monday, April 01, 2013

Jason Young: Dari Aktor Jadi Bhikkhu

Pada akhir tahun 2012, publik Thailand dikejutkan oleh berita bahwa Jason Young telah ditabhiskan menjadi seorang bhikkhu. Anda mungkin penasaran siapakah sosok Jason Young sebenarnya? Mengapa dia begitu populer dan orang-orang Thailand begitu tertarik kepadanya? Berikut ini profilnya.

Jason Young adalah seorang penyanyi dan aktor Thailand keturunan Australia yang beragama Buddha. Pria kelahiran 31 Januari 1980 ini merupakan lulusan Columbia University, Hollywood, AS di bidang produksi film dan televisi.

Pertama kalinya dia memasuki industri hiburan dengan menjadi model di salah satu majalah fashion. Dia juga merupakan mantan pemain sepakbola dari klub Ganges River.

Berbicara mengenai kehidupan pribadinya, dia telah bertunangan dengan seorang wanita keturunan Thailand-India, Darika Chokota, pada tanggal 25 Maret 2012 lalu. Namun, tiga bulan setelah bertunangan Jason memutuskan untuk memasuki dunia kebhikkhuan dengan tujuan untuk berbuat baik demi kedua orangtuanya yang telah meninggal pada tanggal 1 April 2012. Padahal, Jason dan Darika telah berencana akan melangsungkan pernikahan pada akhir tahun.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa Jason akan menjadi bhikkhu. Dia sering muncul di layar kaca dan film dengan karakter sebagai penjahat. Ya, kebanyakan orang hanya menilai dari apa yang terlihat di luar, tidak melihat ke dalam.

Banyak juga anggapan, Jason terlihat seperti seorang playboy penggila pesta. Tetapi siapa yang tahu bahwa ternyata dia suka bermeditasi dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ajaran Buddha.
Buddha adalah sosok inspiratif bagi Jason dalam mempraktekkan meditasi. Dalam kesehariannya ketika masih menjadi umat awam, dia kadang tidak mempunyai waktu untuk bermeditasi, namun sekarang dia telah menemukan jalannya sebagai bhikkhu, dan inilah tujuan hidupnya.

Tuesday, November 06, 2012

Biksu Buddha Asal Prancis Ini Adalah Orang Paling Bahagia di Dunia

Oleh Yahoo! News | AFP – Jum, 2 Nov 2012
Oleh Frankie Taggart | AFP

Saat dia tersenyum tenang dan jubah burgundinya tertiup angin segar Himalaya, tidak sulit untuk mengeta
hui mengapa ilmuwan menetapkan Matthieu Ricard sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji.

Biksu yang juga orang kepercayaan Dalai Lama itu dengan penuh semangat menjelaskan kenapa meditasi bisa mengubah otak dan meningkatkan kebahagiaan orang, dengan cara yang sama seperti angkat berat meningkatkan kekuatan otot.

"Ini adalah penelitian luar biasa karena menunjukkan bahwa meditasi bukan hanya mencari kebahagiaan di bawah pohon mangga tapi benar-benar mengubah otak dan diri Anda," tutur pria Prancis tersebut AFP.

Ricard, orang terpelajar yang suka mengelilingi dunia dan meninggalkan semua hal untuk menjadi biksu Buddha Tibet di pertapaan Himalaya, mengatakan orang bisa menjadi bahagia jika mereka melatih otak.

Ilmuwan saraf otak Richard Davidson memasang kabel pendeteksi dengan 256 sensor pada tengkorak Ricard di University of Wisconsin empat tahun lalu, sebagai bagian dari penelitian ratusan praktisi meditasi.

Hasil scan menunjukkan bahwa ketika merenungkan kasih sayang, otak Ricard menghasilkan tingkat gelombang gamma — yang terkait dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran dan memori — "yang tidak pernah disebutkan sebelumnya dalam literatur tentang ilmu neurosains,” kata Davidson.

Hasil scan juga menunjukkan aktivitas berlebihan di korteks prefrontal kiri otaknya dibandingkan dengan bagian kanan, yang memberinya kapasitas abnormal yang cukup besar untuk merasakan kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal-hal negatif, menurut keyakinan para peneliti.

Penelitian terhadap fenomena ini, yang dikenal sebagai "neuroplastisitas", masih dalam tahap awal dan Ricard berada di garis depan eksperimen baru ini bersama dengan para ilmuwan terkemuka lainnya di seluruh dunia.

"Kami telah mencari selama 12 tahun tentang efek jangka pendek dan jangka panjang pelatihan pikiran melalui meditasi dengan memusatkan perhatian, kasih sayang, dan keseimbangan emosional," katanya.

"Kami telah menemukan hasil yang luar biasa dengan praktisi jangka panjang yang melakukan 50.000 kali meditasi, tetapi juga dengan yang melakukan meditasi 20 menit per hari selama tiga pekan, yang tentu saja lebih bisa diterapkan untuk zaman modern."

Pria berusia 66 tahun itu, yang menemani biksu senior Tibet lainnya di sebuah wilayah Himalaya terpencil, Upper Dolpa, telah menjadi biksu Buddha yang dihormati dunia dan merupakan salah satu cendekiawan agama terkemuka dari Barat.

Tapi dia tidak selalu berada di jalan menuju pencerahan.

Ricard dibesarkan di kalangan elit intelektual Paris sebagai putra filsuf libertarian Prancis, Jean-Francois Revel dan pelukis cat air abstrak Yahne Le Toumelin.

"Semua orang itu biasanya berkumpul, sebagian besar adalah kaum intelektual Paris. Kami mengenal pelukis Perancis dan saya sendiri tertarik pada musik klasik sehingga saya bertemu banyak musisi," katanya.

"Saat makan siang kami akan bertemu dengan tiga pemenang Hadiah Nobel makan bersama kami ... Itu luar biasa. Beberapa di antara mereka menyenangkan tetapi beberapa di antaranya tidak."

Pada saat dia mendapat gelar PhD dalam bidang genetika sel dari Institut Pasteur di Paris pada 1972 dia merasa kecewa dengan perdebatan saat pesta makan malam dan memulai perjalanan ke Darjeeling di India selama masa liburan.

Menjauhkan diri dari hubungan intim dan karier, dia pindah ke India untuk mempelajari agama Buddha dan muncul 26 tahun kemudian dengan buku "The Monk And The Philosopher", sebuah dialog tentang makna hidup yang dia tulis bersama ayahnya.

"Itu adalah akhir dari waktu tenang saya karena buku itu menjadi bestseller. Tiba-tiba saya diproyeksikan ke dunia Barat. Lalu saya melakukan dialog lebih banyak dengan para ilmuwan dan semuanya mulai berjalan di luar kendali.”

"Saya benar-benar terlibat dalam penelitian ilmu pengetahuan dan ilmu meditasi."

Sebagai biksu terkemuka di Biara Shechen Kathmandu, Ricard membagi waktunya di antara meditasi pengasingan diri, penelitian ilmiah dan menemani Dalai Lama dalam perjalanan ke negara-negara berbahasa Prancis dan konferensi ilmu pengetahuan.

Dia menjadi pembicara di World Economic Forum di Davos pada puncak krisis keuangan 2009 untuk memberitahu para pemimpin negara dan bisnis bahwa sudah waktunya untuk mengubur keserakahan dan “membantu orang lain".

Karyanya yang lain termasuk "Happiness: A Guide to Developing Life's Most Important Skill" dan beberapa koleksi foto-foto pemandangan, orang dan guru spiritual dari Himalaya.

Ricard menyumbangkan semua hasil penjualan bukunya untuk 110 proyek kemanusiaan yang telah membangun sekolah untuk 21.000 anak-anak dan menyediakan layanan kesehatan bagi 100.000 pasien per tahun.

Dia mendapat penghargaan French National Order of Merit atas karyanya dalam melestarikan budaya Himalaya, tetapi karyanya di bidang ilmu kebahagiaan yang mungkin mendefinisikan dirinya yang sebenarnya.

Ricard melihat hidup yang baik, dan menunjukkan kasih sayang, bukan sebagai perintah agama, tetapi sebagai cara praktis untuk mendapatkan kebahagiaan.

"Cobalah untuk memeriksa, menyelidiki dengan tulus," katanya. "Itulah yang coba diungkapkan dari ajaran Buddha -- mekanisme kebahagiaan dan penderitaan. Itu adalah ilmu dari pemikiran".

Thursday, May 31, 2012

Ananda Krishnan Menyediakan Waktu untuk Anak

Uang bukanlah segalanya ….

Jika Anda berpikir bahwa uang adalah segalanya,
apakah yang akan Anda katakan tentang orang dalam tanda lingkaran merah ini …

Dia adalah putra tunggal Tan Sri Ananda Krishnan (orang terkaya kedua di Malaysia & Asia Tenggara serta nomor 89 di dunia). Ia tidak menggunakan kesempatan bekerja bersama ayahnya untuk memperluas kerajaan ayahnya yang memiliki kekayaan pribadi lebih dari Rp 8 miliar. Ia malah memilih kehidupan sebagai seorang bhikkhu sederhana sejak 13 tahun yang lalu.

Sampai sekarang, ia dengan nama YM Siripannyo masih menjalankan kehidupan sebagai bhikkhu meditasi di hutan sesuai dengan tradisi Thailand.

Ananda Krishnan Menyediakan Waktu untuk Anak

TAN SIN CHOW, The Asia News Network (The Star)
GEORGE TOWN | Tue, 04/24/2012 2:15 PM

Miliarder T. Ananda Krishnan mengambil cuti dari jadwal sibuk beliau untuk dapat bertemu dengan anaknya yaitu Bhikkhu Siripannyo, yang sedang melaksanakan latihan meditasi di Penang Hill sini.


Mengenakan T-shirt dan jeans, taipan berusia 74 tahun itu terlihat tiba di kaki bukit tempat wisata populer dengan mengendarai BMW diikuti oleh beberapa pengawal sekitar pukul 09:00 kemarin.

Dia dibawa ke sebuah lokasi yang dirahasiakan jauh di dalam hutan di Penang Hill, tempat anaknya sedang melaksanakan latihan meditasi dengan 60 orang lain.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa YM  Siripannyo adalah putra tunggalnya dari pernikahan sebelumnya.

Surat kabar setempat berbahasa Mandarin, Kwong Wah Yit Poh, menyoroti di halaman depan edisi hari itu tentang pertemuan orang terkaya kedua di Malaysia tersebut dengan anaknya.

Diterangkan pula bahwa YM Siripanno datang mengikuti pelaksanaan meditasi di bukit tersebut pada hari Minggu sebelum bermalam di sebuah bangunan bergaya kolonial dalam hutan.

Menurut warga setempat, sang taipan telah membeli tempat untuk menenangkan diri tersebut tiga tahun yang lalu sebelum diperbaiki untuk mengembalikan kejayaannya di masa lampau.

Dalam gedung tersebut terdapat 30 kamar unik.

Harian itu juga melaporkan bahwa YM Siripannyo terlihat merangkapkan kedua telapak tangannya dan menghormat saat ia bertemu ayahnya.

Dia kemudian mengajak ayahnya ke sebuah taman sehingga Ananda Krishnan dapat mengambil foto-foto pepohonan dan kupu-kupu saat mereka berjalan bersama.

Diketahui kemudian bahwa sang taipan meninggalkan bukit  sekitar tengah hari sementara anaknya dan yang lainnya berangkat ke Thailand pada malam harinya.

Ananda Krishnan, yang akrab disebut AK, menurut daftar majalah Forbes terbaru diperkirakan memiliki kekayaan  senilai US $ 9.6 bil (RM29.66 bil) yang menjadikannya orang terkaya kedua di Asia Tenggara setelah Robert Kuok. Ia juga menduduki posisi orang terkaya nomor 89 di dunia.

Dia memiliki kerajaan multimedia yang mencakup dua perusahaan telekomunikasi Maxis Communications dan Measat Broadcast Network Systems (Astro) serta tiga  satelit komunikasi yang mengorbit bumi.

Thursday, April 26, 2012

Kutipan Bhikkhu Jinadhammo Maha Thera

"Agama
hanya sebagai baju saja, bicaranya saja yang peduli, tapi nyatanya
tidak sama dengan yang diomongkan (omong kosong),
kalau mau jadi siswa
Buddha, ya jangan begitu....
jalannya muluk-muluk dan tidak mengerti sama sekali, malu pada umat lain"

Tuesday, March 06, 2012

Tuccha Pothila —Bhikkhu Kitab Kosong

Pada jaman Sang Buddha ada seorang bhikkhu yang bernama Pothila, yang diberi gelar Tuccha yang artinya kosong, Tuccha Pothila adalah seorang bhikkhu yang sangat terpelajar. Ia sangat terkenal dan mempunyai 18 (delapan belas) cabang vihara. Ketika orang mendengar nama 'Pothila' mereka semua kagum dan tidak ada seorangpun yang berani mempertanyakan segala yang diajarkannya, mereka begitu memujanya. Tuccha Pothila adalah salah satu murid Sang Buddha.

Pada suatu hari ia datang untuk menghormat Sang Buddha, sewaktu ia melakukan penghormatan, Sang Buddha berkata, "Apa kabar Bhikkhu Kitab Kosong!.... Hanya begitu! Mereka bercakap-cakap sejenak. Dan kemudian sewaktu Tuccha Pothila berpamitan, Sang Buddha berkata: "Pergi sekarang, Bhikkhu Kitab Kosong?"

Sang buddha hanya berkata seperti itu. Pada saat datang, "Apa kabar Bhikkhu Kitab Kosong?" Dan waktu pulang "Pergi sekarang Bhikkhu Kitab Kosong?" Sang Buddha tidak menjelaskan lebih jauh, hanya itulah ajaran yang diberikan. Tuccha Pothila, guru yang terkenal itu bingung, "Mengapa Sang Buddha berkata demikian? Apa maksudnya?" Ia berpikir keras, mengeluarkan semua ajaran yang pernah dipelajari, sampai akhirnya ia menyadari... "Benar! 'Bhikkhu Kitab Kosong' - seorang bhikkhu yang belajar tetapi tidak mempraktekkan. .." Ketika ia melihat dalam hatinya, ia menyadari bahwa ia tidak berbeda dari kebanyakan orang awam. Apapun yang disukai mereka, ia juga suka, apapun yang dinikmati oleh orang-orang awam ia ikut menikmati. Tidak ada samana yang benar pada dirinya, tidak ada kualitas yang baik dalam diri untuk membawa menuju Jalan Mulia dan menemukan kedamaian.

Ia memutuskan untuk berlatih, tetapi ia tidak tahu harus pergi ke mana. Semua guru yang ada di sekitarnya adalah murid-muridnya, tidak ada yang berani menerimanya sebagai murid. Biasanya ketika seseorang bertemu dengan si guru, mereka menjadi penakut dan penghormat, jadi tidak ada seorangpun yang berani menjadi gurunya.

Akhirnya ia pergi untuk menemui seorang samanera muda yang telah mencapai tingkat kesucian untuk meminta petunjuk. Samanera itu berkata, "Baiklah, kamu bisa berlatih bersama saya, tetapi kamu harus tulus. Jika kamu tidak tulus saya tidak akan menerimamu."

Samanera itu kemudian menyuruh Tuccha Pothila untuk mengenakan jubahnya dengan lengkap. Ada tanah berlumpur di sekitar situ. Ketika Tuccha Pothila telah mengenakan jubahnya dengan lengkap, samanera itu berkata, "Baiklah, sekarang berjalanlah di tanah berlumpur itu, jika saya tidak menyuruh untuk berhenti, jangan berhenti. Jika saya tidak memintamu untuk meninggalkannya, jangan tinggalkan. Sekarang bersiaplah dan..... jalan!"

Tuccha Pothila yang berjubah rapi, masuk ke dalam tanah berlumpur itu. Samanera tidak menyuruh berhenti sampai ia betul-betul rata berlumuran lumpur. Akhirnya ia berkata, "Kamu dapat berhenti sekarang"... dan Tuccha Pothila berhenti. "Baklah, tinggalkan tempat itu!" Lalu ia pergi. Ini jelas menunjukkan bahwa Tuccha Pothila telah meninggalkan keangkuhannya. Ia siap menerima ajaran, jika ia tidak siap untuk belajar ia tidak akan mau berjalan dalam lumpur seperti itu. Tetapi walaupun dia seorang guru yang terkenal, ia mau melakukannya. Samanera muda itu melihat bahwa Tuccha pothila benar-benar tulus dan berniat kuat untuk berlatih.

Setelah Tuccha Pothila keluar dari lumpur itu dan membersihkan diri, samanera muda memberikan ajarannya. Ia mengajar Tuccha untuk mengamati obyek sensasi, mengetahui pikiran dan mengenali obyek-obyek sensasi. Digunakan perumpamaan seseorang yang akan menangkap kadal yang bersembunyi dalam lubang yang bercabang. Jika lubang itu mempunyai enam jalan keluar, bagaimana caranya menangkap kadal tersebut? Tentunya dengan menutup lima jalan keluar yang lain. Dengan demikian ia hanya perlu melihat dan menunggu satu lubang. Ketika kadal itu keluar dengan mudah ia bisa menangkapnya.

Begitu juga cara mengamati pikiran; menutup mata telinga, hidung, lidah dan tubuh, kita hanya menyisakan pikiran. Yang dimaksud dengan menutup indera adalah menahan serta menatanya, dan hanya mengamati pikiran.

Meditasi sama seperti menangkap kadal. Kita menggunakan sati untuk mengamati nafas. Sati adalah kualitas perenungan, sama halnya seperti bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya lakukan?" Sampajañña adalah kesadaran bahwa 'saat ini saya sedang melakukan ini dan itu'. Kita mengamati nafas yang masuk dan keluar dengan menggunakan sati dan sampajañña.

Wednesday, February 15, 2012

Petikan Kata Kata Bhikkhu Uttamo Mahathera

1. DISIPLIN, SEMANGAT, ULET
(Semboyan pelaksana meditasi di Vihara Bodhigiri)
2. Bagai teratai yang jatuh ke lumpur.
Ia tidak mengeluh atas kekotoran yang ada di sekitarnya.
Ia justru menggunakan kekotoran itu untuk tumbuh subur.
Teratai bahkan tidak ternoda oleh lumpur maupun air tempat ia bertumbuh.
Demikian pula orang yang terlahir di lingkungan kurang ideal.
Ia hendaknya tidak mengeluh namun menggunakan kondisi tersebut untuk mencapai kemajuan batin secara maksimal.
3. Segala yang datang, HADAPI.
Segala yang telah pergi, JANGAN DICARI.
Segala yang belum datang, JANGAN DINANTI.
4. Segala sesuatu yang menjadi milik tidak akan pernah terlepaskan.
Segala sesuatu yang bukan milik tidak akan pernah diperoleh.
Semua mahluk hanya menerima segala yang memang sudah menjadi miliknya.
5. Masa lalu hanyalah kenangan. Jadikan pelajaran.
Masa depan masih impian Jadikan pedoman.
Masa sekarang adalah kenyataan. Gunakanlah secara maksimal.
6. Katakan MEMANG.
Jangan tanyakan ‘Kenapa’
Atas segala sesuatu yang sedang dialami maupun dijalani
7. Ubahlah pernyataan menjadi PERTANYAAN
Untuk mampu berkomunikasi dengan bijaksana kepada siapapun
8. Keberhasilan hanyalah konsenkuensi logis suatu usaha.
Berani usaha dan mencoba, maka terdapat 50% kemungkinan berhasil.
Tanpa usaha dan mencoba, jelas 100 % gagal.
9. Ketika memiliki kemauan, maka tentu ada jalan.
Jika tidak ada jalan, BUATLAH jalan untuk mencapai harapan.
10.Stress adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan.
Mampu mengubah harapan agar sesuai kenyataan menimbulkan kebahagiaan
11. Harapan tidak selalu menjadi kenyataan.
Kenyataan tidak selalu sesuai harapan.
Seseorang hanya mampu mengubah harapan.
Ia tidak akan pernah mampu mengubah kenyataan.
Harapan yang disesuaikan kenyataan mampu memberikan kebahagiaan.
12. Hidup berisi perubahan.
Berubahlah untuk mengisi kehidupan
13 Bersahabatlah dengan waktu
Walau waktu hanyalah khayal
Kenyataan hanyalah saat ini
Bukan masa lalu maupun masa depan
Menjadikan waktu sebagai sahabat
Banyak masalah dilalui
Satu demi satu
Akhirnya bahagia timbul juga
* Segala kebajikan yang dilakukan akan membuahkan kebahagiaan.
Oleh karena itu, mereka yang ingin mendapatkan kebahagiaan hendaknya memperbanyak kebajikan dalam setiap saat hidupnya.
* Jangan terlalu berusaha mengubah orang lain, namun, cobalah mengubah diri sendiri agar dapat menerima kelebihan serta kekurangan orang lain.
Dengan demikian, kita dapat bersatu untuk mencapai kemajuan di segala bidang.
* Dalam masyarakat, kita hendaknya menyadari bahwa apapun bentuk kehidupan seseorang, baik di dalam rumah tangga, di kantor maupun dimana saja ia berada, hendaknya ia selalu mengembangkan perilaku yang terus terang, jujur dan mengurangi kebohongan. Keterusterangan akan membuat banyak permasalahan lebih mudah diselesaikan dengan hasil yang membahagiakan semua fihak.
* Bila kita ingin dicintai orang, mulailah dengan mencintainya.
Cinta disini bukanlah sekedar keinginan untuk menguasai melainkan hasrat untuk membahagiakan orang yang dicintai.
1. Ketika seseorang mendapatkan pujian, celaan bahkan fitnah, renungkanlah bahwa :
Sudah biasa orang mendengar kata celaan, pujian, bahkan fitnah.
Hal ini juga dialami Sang Buddha yang Maha Sempurna.
Anggap sebagai buah kamma.
Karena kita tidak bisa mengatur isi pembicaraan orang lain.
Dengan perenungan ini, semoga beban pikiran menjadi ringan.
Masalah juga bisa lebih mudah diselesaikan dengan memperbaiki perilaku agar mengurangi kondisi untuk dicela maupun difitnah.
2. Apabila seseorang mampu mengatasi pikirannya sendiri, maka ia akan dapat mengendalikan keinginannya dan bisa membebaskan diri dari jeratan perasaan suka dan duka.
3. Sesungguhnya, kebahagiaan hidup bukanlah karena seseorang telah memiliki segala bentuk kenikmatan duniawi. Kebahagiaan adalah kemampuan seseorang untuk menguasai pikirannya sendiri serta memenuhinya dengan gelombang cinta kasih.
4. Apa yang dianggap penting oleh seseorang mungkin tidak penting bagi yang lainnya, itu urusan kebijaksanaan yang berbeda. Tetapi kita masing-masing orang harus bisa membedakan, karena inilah sesungguhnya KEBIJAKSANAAN
5. Orang yang memiliki keyakinan akan kebenaran Sang Buddha, akan bersemangat untuk melaksanakan Ajaran Luhur Sang Buddha, selalu memusatkan perhatian pada penerapan dan pelaksanaan Ajaran Sang Buddha. Tidak akan bisa terpengaruh oleh bujukan orang lain agar mencoba, apalagi memilih agama lain untuk menggantikan Buddha Dhamma yang telah diyakini dan tetap bertahan pada Buddha Dhamma apapun yang terjadi padanya.
6. “Semoga semua makhluk selalu hidup berbahagia”, apabila seseorang selalu mempergunakan waktu luangnya untuk mengucapkan kalimat tersebut, maka secara bertahap pikirannya akan berisikan gelombang cinta kasih.
7.
* Sesungguhnya, orang yang membantu melestarikan Dhamma telah melestarikan (maksudnya : melakukan-admin) Dhammadana yang tertinggi nilainya diantara semua jenis Dhamma;
* Hanya orang bijaksana yang mampu memilih hal baik di antara banyak hal buruk, ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagian lahir dan batin.
* Tidak akan ada kekecewaan dikala menderita, tiada kesombongan dikala suka, karena orang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialami adalah hasil perbuatannya sendiri.
* Pasangan (suami-istri) yang baru hendaknya selalu berusaha menjaga segala bentuk pikiran, ucapan dan perbuatannya agar ditujukan pada KEBAIKAN.
Dengan kata lain, mereka mendidik diri mereka sendiri dahulu sebelum me MULAI mendidik anaknya
8.
* Harta, Kekayaan, Kemoralan, Kedermawanan dan Kebijaksanaan seperti sumur. Ketika dibagikan airnya tetap sama tetapi orang yang kehausan menjadi bebas dari kehausan. Jangan hanya menjadi sumber air dalam diri kita, bagikanlah kepada siapapun dilingkungan kita serta keluarga kita sehingga kita menjadi sumur kebajikan yang tidak pernah habis.
* Seseorang yang berbuat kebajikan dalam kehidupan yang sedang menderita akan mengkondisikan dirinya mendapat kebahagiaan dalam kehidupan ini maupun yang akan datang
* Keberhasilan menganjurkan orang melaksanakan Dhamma adalah merupakan Dhammadana yang diyakini akan memberikan buah terbesar melampaui segala bentuk pemberian lainnya
9.
* Sesungguhnya MEDITASI adalah mendidik, membimbing kita agar selalu siap menerima dan menghadapi segala PERUBAHAN yang terjadi.
* Apabila Seseorang hanya melatih diri secara fisik saja, maka ia akan menjadi orang yang munafik, pandai berpura-pura, kelakuannya baik tetapi pikirannya jahat. Ia hendaknya juga melatih pikirannya dengan meditasi.
* Mendengarkan Dhamma adalah ibarat memberikan tenaga tambahan pada batin seseorang yang mungkin lelah dalam menghadapi kenyataan hidup.
* Hendaknya seseorang berbuat baik demi perbuatan baik itu sendiri. Ibarat bunga, ia mekar demi mekarnya sendiri tanpa dipengaruhi oleh keinginan untuk dilihat maupun dipuji.
* Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran Hukum Karma, maka semakin berkurang pula kebiasaannya merumuskan kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan.
10.
* Setiap dari langkah kita apabila mengecewakan orang lain belajarlah untuk memperbaiki. Setiap dari langkah kita apabila membahagiakan orang lain, belajarlah untuk ditingkatkan. Sehingga akhirnya setiap langkah kita mendatangkan senyuman, tawaan serta Kebahagiaan untuk siapapun yang ada di lingkungan kita.
* Keyakinan adalah salah satu harta yang kita miliki dan akan kita bawa sampai kelahiran yad. Jika kita punya keyakinan pada Dhamma, ketika meninggalpun dengan keyakinan yang kuat, bisa terlahir dalam alam Bahagia.
* Menceritakan secara sederhana pengalaman sendiri setelah melaksanakan Dhamma, akan mendorong orang lain mengikutinya, juga menjadikan orang lain memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman yang serupa yaitu KEBAHAGIAAN
11.
* Kalau ingin sukses dalam hidup, baik dalam rumah tangga maupun karir, maka lenyapkan semua ketamakan, kebencian dan kegelapan batin.
* Kemanapun seseorang pergi, hendaknya ia dapat selalu menumbuhkan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua mahkluk yang ada
* Tidak ada kekecewaan dikala menderita.
Tidak ada kesombongan dikala suka.
Karena (Untuk – admin) orang yang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialaminya adalah hasil perbuatannya sendiri.
12.
* Sesungguhnya makna dari ber”dana” adalah menumbuhkan kebiasaan berpikir untuk membahagiakan makhluk lain, bahkan semua makhluk. Ia akan membahagiakan mereka dengan segala macam cara menumbuh kembangkan pikiran yang penuh CINTA KASIH.
* Hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam usaha melaksanakan Buddha Dhamma adalah ketekunan, keuletan, kesungguhan dan semangat untuk membuktikan kebenaran ajaran Sang Buddha.
* KEBAHAGIAAN bukan dicari diluar diri kita, tapi
KEBAHAGIAAN itu ada dalam diri kita.
KEBAHAGIAAN itu ada pada cara kita mengubah cara berpikir kita.
Makin pandai kita mencari cara untuk mengubah pikiran kita, maka akan semakin baik.
13
* Mendengarkan Dhamma adalah memberikan tenaga tambahan pada batin seseorang yang mungkin lelah dalam menghadapi kenyataan hidup.
* Kebiasaan mengembangkan KETAMAKAN (kebencian dan kegelapan batin-admin) akan berbuah dalam bentuk kelahiran kembali yang terus berulang tiada hentinya.
* Ke-Aku-an menjadikan seseorang merasa sebagai tokoh utama dalam hidup ini, tanpa dirinya seakan dunia tidak akan berputar lagi.
Padahal seseorang mampu mencapai kondisi seperti saat ini pasti ada sebabnya. (Hukum Sebab dan Akibat)
14.
* Seseorang yang tidak melekat, akan menyadari bahwa kehidupan sungguh sangat singkat. Oleh karena itu, ia akan mengembangkan kebajikan setiap waktu hidupnya untuk memperhatikan dan menolong mereka yang sedang menderita.
* Nibbana dapat dicapai ketika manusia masih hidup di dunia dan mampu mengembangkan kesadaran secara total, sehingga ia terbebas dari ketamakan, kebencian serta kegelapan batin.
* Perbuatan baik bukan hanya dilakukan sekali dalam jumlah yang besar, tetapi harus berulang-ulang sepanjang waktu.
* Perubahan sikap membutuhkan perjuangan keras dan siap untuk selalu bangkit dikala menghadapi kegagalan.
15.
* Manfaat ajaran Sang Buddha bukan tergantung pada profesi seseorang melainkan pada kemauan seseorang untuk melaksanakan pengendalian diri sehingga melihat proses hidup sebagaimana adanya.
* Apabila si anak mampu menjadi Bhikkhu yang baik serta mampu melatih diri sehingga mencapai kesucian, maka sebagai orangtua yang telah mengijinkan anaknya menjadi Bhikkhu tersebut akan memiliki kamma baik yang Luar Biasa.
* Kathina memang saat yang tepat untuk berdana empat kebutuhan Bhikkhu. Lebih indah lagi apabila pada saat berdana bertekad juga melepaskan dan melenyapkan ke-Aku-an.
* KUNCI SUKSES ;
1. Belajar lebih banyak dari orang lain.
2. Bekerja lebih keras dari orang lain
3. Berkeinginan lebih sedikit dari orang lain.
16.
* Seseorang hendaknya tidak hanya mengeluhkan sikap lingkungan terhadap dirinya. Ia hendaknya juga merenungkan dengan baik “Kualitas hidup apakah yang harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan dalam diri agar lingkungan dapat menerima diri kita dengan baik”
* Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran hukum karma, maka semakin berkurang pada kebiasaannya merumuskan bentuk kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan
* Umat Buddha yang mencapai kesucian setelah melaksanakan ajaran Sang Buddha, maka umat seperti inilah yang sesungguhnya layak berbangga
* Faktor terpenting dalam Buddha Dhamma adalah bagaimana seseorang dapat merasakan manfaat Dhamma dalam kehidupannya setelah ia melaksanakan Ajaran Sang Buddha tersebut dalam kehidupan sehari-hari
17.
* Penghormatan, selain sebagai sarana mengurangi ke-Aku-an, juga untuk membiasakan kita agar dapat mengenal budi baik orang lain.
* Apabila seseorang dapat merenungkan dan menyadari bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, maka ia akan melihat dirinya sendiri sama dengan orang lain.
* Perasaan sombong dapat timbul dalam diri seseorang karena ia hanya mengingat kelebihan diri sendiri serta memandang orang lain dari sudut kelemahannya.
* Seorang umat Buddha harus menjadi teman untuk mereka yang sedang mengalami kesedihan.
* Dengan menyadari manfaat langsung melakukan kebajikan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran, seseorang hendaknya akan selalu berkarya dengan semaksimal mungkin.
Ketika mengalami hal-hal buruk bahkan dalam kondisi yang kita anggap terburuk sekalipun, senantiasa terapkanlah kata “UNTUNG” maka kita akan mampu melihat kesialan sebagai suatu keberuntungan.
Dengan demikian, secara alamiah kita dapat menyikapinya dengan positif, penuh rasa syukur dan berterimakasih.
Contoh :
Ketika terjadi kecelakaan, katakan :
1. UNTUNG hanya mobil yang tertabrak, tidak ada yg terluka.
2. UNTUNG masih hidup dan tidak mati
3. UNTUNG hanya amputasi kaki, tidak cacat total
1.
Keempat harta, yakni keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijaksanaan, adalah seperti sumur. Ketika Anda bagikan, airnya tetap sama tapi orang yang kehausan menjadi terbebas dari rasa haus. Jangan hanya menjadi sumber air dalam diri Anda, bagikanlah kepada temah Anda, lingkungan Anda, serta keluarga Anda sehingga kita menjadi sumur kebajikan yang tidak pernah habis.
2.
Banyak orang mempunyai keyakinan agama yang kuat tetapi perilakunya buruk.
3.
Pengendalian ucapan tidak berbohong; pengendalian badan/perbuatan, tidak berzinah dan juga tidak mabuk-mabukan akan mengantar kita hidup bahagia di dunia dan juga bahagia setelah kehidupan ini.
4.
Balaslah jasa ayah dan ibu Saudara sebanyak dan semampu yang bisa Saudara berikan, minimal Saudara tidak rewel, tidak nakal dan tidak menyusahkan orangtua.
5.
Ketahuilah bahwa badan kita ini mulai dari rambut sampai ujung kaki itu sebetulnya bukan milik kita, tetapi milik orangtua. Tidak ada manusia yang dapat menciptakan bagian tubuhnya sendiri.
6.
Penganiayaan dan pembunuhan merupakan dua hal yang saling berdekatan. Pembunuhan yang tidak sukses disebut penganiayaan. Sebaliknya, penganiayaan yang sukses disebut pembunuhan.
7.
Kamma yang harusnya dirasakan oleh seseorang dapat diubah dengan cara mengubah perilakunya menjadi lebih baik dari hari ke hari.
8.
Hasil kamma yang dialami seseorang tidak akan dapat dipindahkan maupun dialihkan kepada fihak lain.
9.
Kebenaran tidak akan berubah hanya karena seseorang mempercayai ataupun tidak mempercayainya.
10.
Selama seseorang melakukan suatu perbuatan dengan niat baik, maka orang itu tetap menanam kamma baik.
11.
Seseorang memilih suatu agama tertentu adalah berdasarkan kecocokan.
12.
Orang yang telah mencapai kesucian tidak akan mengumumkan dirinya sebagai orang yang telah suci kepada masyarakat umum.
13.
Apabila seseorang sering mengembangkan kebajikan, maka hidupnya akan selalu bertambah bahagia. Walaupun ia harus merasakan penderitaan, ia tidak akan terlalu menderita.
14.
Salah satu tujuan pelaksanaan Buddha Dhamma adalah untuk menjadi orang baik yang bijaksana.
15.
Hubungan orangtua dengan anak yang harmonis maupun yang kurang harmonis tentulah ada penyebabnya pula. Salah satu penyebab terjadinya hubungan itu adalah ikatan kamma.
16.
Para umat Buddha hendaknya mampu dengan bijaksana memisahkan antara Buddha Dhamma yang diuraikan dengan perilaku pribadi Dhammaduta.
17.
Seseorang yang berbuat kebajikan dalam kehidupannya yang sedang menderita akan mengkondisikan dirinya mendapat kebahagiaan dalam kehidupan ini maupun kehidupannya yang akan datang.
18.
Sebagai murid Sang Buddha, hendaknya kita mampu membangkitkan dan selalu menjaga agar semangat selalu ada dalam diri kita.
19.
Segelas air diberi satu sendok garam, maka air itu akan terasa sangat asin. Bila jumlah air itu ditambah menjadi satu guci, maka garam sesendok yang berada di dalamnya tidak lagi menimbulkan rasa asin. Contoh ‘air’ di sini adalah sebagai lambang kebajikan, sedangkan ‘garam’ melambangkan keburukan.
20.
Bukan karena makanan atau minuman seseorang dapat disebut sebagai orang baik, melainkan harus dilihat dari perilakunya.
21.
Umat hendaknya setahap demi setahap membersihkan perilaku hidupnya dari ketamakan, kebencian serta kegelapan batin.
22.
Apabila seseorang mampu mengatasi pikirannya sendiri, maka ia akan dapat mengendalikan keinginannya dan bisa membebaskan diri dari jeratan perasaan suka dan duka.
23.
Hendaknya kita ingat baik-baik bahwa badan ini adalah pinjaman dari orangtua. Kita mempunyai kewajiban untuk membalas jasa orangtua, karena sesungguhnya yang paling berjasa di dalam kehidupan kita adalah ayah dan ibu.
24.
Sesungguhnya Ajaran Sang Buddha bukan hanya sekedar upacara sembahyang saja, atau bahan diskusi, bahkan bukan pula merupakan suatu pengetahuan umum, tetapi lebih dari itu. Ajaran Sang Buddha membutuhkan pelaksanaan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
25.
Sebaiknya kita tidak hanya ingat mereka yang telah berjasa saja. Tetapi kita juga harus menajdi orang yang baik dengan cara berusaha berbuat baik kepada siapa saja.
26.
Di dunia ini, kita hanya mempunyai satu ayah dan satu ibu kandung. Kalau mereka meninggal, tidak ada yang bisa menggantikannya. Kalaupun ada, mereka bukanlah ayah dan ibu kandung yang memiliki badan Saudara.
27.
Umat Buddha yang sesungguhnya adalah umat yang telah melaksanakan Buddha dDhamma dalam kehidupannya sehari-hari, paling tidak, dengan meniru sikap serta perilaku Sang Buddha Gotatama sebagai Guru Agungnya.
28.
Sebagai manusia yang bisa berpikir, tentu kita harus merenungkan dahulu setiap langkah dan ucapan kita.
29.
Kadang-kadang kita merasa bahwa kita tidak kepingin belajar, ‘Saya sudah cukup”. Padahal, kalau kita mendengar, tentu kita akan mendapatkan banyak manfaat.
30.
Ajaran Sang Buddha memberikan kebahagiaan di dalam batin, sedangkan dalam ilmu pengetahuan Saudara hanya memperoleh kebahagiaan yang bersifat badaniah.
31.
Ilmu pengetahuan tidak bisa memberikan ketenangan batin. Ilmu pengetahuan tidak bisa memberikan kebahagiaan sejati. Ilmu pengetahuan hanya memberikan kebahagiaan semu / membantu kebahagiaan saja.
* “Seperti bunga yang mekar demi mekarnya sendiri. Bukan karena motivasi dari luar. Aku bekerja demi pekerjaan itu sendiri”. Kita mengabdi pada tindakan itu sendiri. Apa saja yang kita lakukan menjadi pengabdian. Pengabdian pada apa yang kita lakukan itu sendiri, sehingga kita rela melakukan segala sesuatu dengan habis-habisan. Itulah yang disebut dengan pengabdian.
* Tetap tekun dan fokus pada tujuan walau tidak ada tantangan, inilah salah satu makna Samadhi dalam kehidupan sehari-hari. Mampu dengan cepat memusatkan pikiran. Mampu mempertahankan konsentrasi untuk waktu yang lama. Penuh perhatian. Ada gangguan ataupun tidak, terus belajar, terus berjuang, hajar terus. Ada ujian ataupun tidak, belajar terus. Ada orang ataupun tidak ada orang, tetap setia melakukan kebajikan dengan badan, ucapan dan juga pikiran. Itulah kualitas batin yang patut dikembangkan.
* Kita mampu melindungi diri sendiri. Kunci dalam Agama Buddha: mengerti Hukum Kamma. Bahwa apabila saya menderita, penderitaan ini bukan disebabkan oleh si A, dibuat oleh si A, Demikian pula apabila kita bahagia. Bukan karena si B, maupun fihak lainnya. Kita diajarkan Sang Buddha untuk mandiri. Kenapa saya menderita? Karena kamma buruk saya sedang berbuah. Kenapa saya bahagia? Karena kamma baik saya sedang berbuah. Dengan pengertian kamma seperti ini, maka kita selalu giat bersemangat untuk mengurangi kamma buruk dan selalu menambah kamma baik dalam setiap kesempatan. Sesungguhnya, Buddha Dhamma mengajarkan kita untuk tidak bergantung kepada fihak manapun juga.
* Apakah yang membuat seseorang bersemangat? Orang itu harus mempunyai keyakinan. Selama orang tidak mempunyai keyakinan, ia tidak akan pernah maju. Ia tidak akan pernah mau bertahan. Ia mudah putus asa. Salah satu contoh nyata dalam keyakinan adalah Pangeran Siddhattha yang selama enam tahun banyak berjuang dalam meditasi karena yakin segala yang Beliau jalani adalah benar. Apabila selama enam tahun dijalani dan ternyata tidak benar, tidak masalah. Masih ada kesempatan untuk berubah. Dan, ketika Beliau mengubah cara meditasi yang telah Beliau lakukan selama ini, Beliau kemudian mencapai kesucian. Beliau menjadi Buddha. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya selalu yakin dengan segala yang hendak dikerjakan. Itulah yang akan membangun semangat kita dalam mewujudkan harapan yang telah dimiliki. Apapun yang Anda lakukan, sebagai pelajar, pengusaha, perumah tangga maupun pekerja, jagalah rasa percaya diri pada kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab masing-masing orang. Ketika rasa percaya diri mulai berkurang, maka sejak saat itulah prestasi akan menurun. Karena itu, yakinlah bahwa segala yang dilakukan dapat mencapai hasil yang maksimal.
* Selalu memperhatikan segala sesuatu yang telah dikerjakan diri sendiri. Sebagai seorang pelajar, jika kita yakin bahwa belajar itu bisa menimbulkan sukses maka muncullah semangat untuk mencapai kesuksesan tersebut. Kita menjadi lebih tekun dan konsentrasi pada kegiatan belajar.
* Kebosanan yang dirasakan diatasi bukan dengan mengubah atau mengganti objek yang membosankan tersebut, tetapi dengan mengubah cara berpikir atau sikap mental kita terhadap hal yang membosankan itu.
* Senantiasa mengisi pikiran dengan hal positif misalnya dengan sering menyebut dalam batin kalimat cinta kasih SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA di setiap kesempatan sehingga tiada peluang bagi hal negatif bersemayam dalam batin kita…
* Komunikasi akan terjalin baik serta dapat dimengerti oleh kedua belah pihak apabila menerapkan rumus :
Komunikasi sehat = 1 bicara + 1 mendengar
Komunikasi tidak sehat = 1 bicara + 1 bicara ( Anda dapat bayangkan apabila komunikasi type ini diterapkan saat berkomunikasi via Hp….maka habislah pulsa tanpa mengerti isi komunikasi yang baru dilakukan alias nggak nyambung…)