Kita bagaikan sebuah pohon dengan akar-akar,
Sebuah pangkal batang, dan sebuah batang.
Setiap daun,setiap cabang, tergantung pada akar untuk menyerap nutrisi dari tanah dan mengirimkannya ke atas untuk menghidupi pohon.
Tubuh kita, termasuk ucapan dan perbuatan kita,indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa,dan peraba kita, adalah sama seperti cabang, daun,dan batang pohon. Pikiran sama seperti akar yang menyerap nutrisi dan mengirimkannya melalui batang ke daun-daun dan cabang-cabang sehingga mereka dapat berbunga dan menghasilkan buah.
Showing posts with label Kutipan. Show all posts
Showing posts with label Kutipan. Show all posts
Monday, November 26, 2012
(Kutipan Ajahn Chah) Harta Benda
Andaikata kita memiliki sebuah benda yang sangat mahal.
Begitu benda tersebut menjadi milik kita,Pikiran kita berubah,”Sekarang di manakah akan saya simpan benda ini..?”
Jika saya meletakkannya di sini, seseorang akan mencurinya.”
Kita mencemaskan diri kita pada situasi , mencoba menemukan tempat untuk menyimpannya.Inilah penderitaan.
Dan kapan penderitaan itu timbul ?
Penderitaan itu muncul begitu kita memahami bahwa kita telah mendapatkan Sesuatu. Di sanalah penderitaan ada.
Sebelum memiliki benda itu , tidak ada penderitaan.
Penderitaan itu belum muncul ,Karena tidak ada benda yang membuat pikiran melekat.Diri kita juga sama.
Jika kita berpikir dari sudut pandang “diri” ,
Segala sesuatu yang berada di sekitar kita akan menjadi “milik kita”.
Dan kebingungan datang menyusul.
Jika tidak ada “saya” dan “milik saya”,kebingungan tidak akan ada.
Begitu benda tersebut menjadi milik kita,Pikiran kita berubah,”Sekarang di manakah akan saya simpan benda ini..?”
Jika saya meletakkannya di sini, seseorang akan mencurinya.”
Kita mencemaskan diri kita pada situasi , mencoba menemukan tempat untuk menyimpannya.Inilah penderitaan.
Dan kapan penderitaan itu timbul ?
Penderitaan itu muncul begitu kita memahami bahwa kita telah mendapatkan Sesuatu. Di sanalah penderitaan ada.
Sebelum memiliki benda itu , tidak ada penderitaan.
Penderitaan itu belum muncul ,Karena tidak ada benda yang membuat pikiran melekat.Diri kita juga sama.
Jika kita berpikir dari sudut pandang “diri” ,
Segala sesuatu yang berada di sekitar kita akan menjadi “milik kita”.
Dan kebingungan datang menyusul.
Jika tidak ada “saya” dan “milik saya”,kebingungan tidak akan ada.
Labels:
Ajahn Chah,
Harta Benda,
Kutipan
Thursday, May 31, 2012
Kutipan Bhante Uttamo Mahatera
"Petikan Kata Kata Bhikkhu Uttamo"
1. Bagai teratai yang jatuh ke lumpur. Ia tidak mengeluh atas kekotoran yang ada di sekitarnya. Ia justru menggunakan kekotoran itu untuk tumbuh subur.Teratai bahkan tidak ternoda oleh lumpur maupun air tempat ia bertumbuh.Demikian pula orang yang terlahir di lingkungan kurang ideal. Ia hendaknya tidak mengeluh namun menggunakan kondisi tersebut untuk mencapai kemajuan batin secara maksimal.
2. Segala yang datang, HADAPI. Segala yang telah pergi, JANGAN DICARI.Segala yang belum datang, JANGAN DINANTI
3. Segala sesuatu yang menjadi milik tidak akan pernah terlepaskan. Segala sesuatu yang bukan milik tidak akan pernah diperoleh. Semua mahluk hanya menerima segala yang memang sudah menjadi miliknya.
4. Masa lalu hanyalah kenangan. Jadikan pelajaran. Masa depan masih impian Jadikan pedoman. Masa sekarang adalah kenyataan. Gunakanlah secara maksimal.
5. Katakan MEMANG. Jangan tanyakan ‘Kenapa’ Atas segala sesuatu yang sedang dialami maupun dijalani.
6. Ubahlah pernyataan menjadi PERTANYAAN Untuk mampu berkomunikasi dengan bijaksana kepada siapapun.
7. Ketika memiliki kemauan, maka tentu ada jalan. Jika tidak ada jalan, BUATLAH jalan untuk mencapai harapan
8.Stress adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Mampu mengubah harapan agar sesuai kenyataan menimbulkan kebahagiaan.
9. Harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kenyataan tidak selalu sesuai harapan. Seseorang hanya mampu mengubah harapan. Ia tidak akan pernah mampu mengubah kenyataan. Harapan yang disesuaikan kenyataan mampu memberikan kebahagiaan.
10. Hidup berisi perubahan. Berubahlah untuk mengisi kehidupan.
11. Bersahabatlah dengan waktu. Walau waktu hanyalah khayal. Kenyataan hanyalah saat ini. Bukan masa lalu maupun masa depan. Menjadikan waktu sebagai sahabat. Banyak masalah dilalui. Satu demi satu. Akhirnya bahagia timbul juga.
1. Bagai teratai yang jatuh ke lumpur. Ia tidak mengeluh atas kekotoran yang ada di sekitarnya. Ia justru menggunakan kekotoran itu untuk tumbuh subur.Teratai bahkan tidak ternoda oleh lumpur maupun air tempat ia bertumbuh.Demikian pula orang yang terlahir di lingkungan kurang ideal. Ia hendaknya tidak mengeluh namun menggunakan kondisi tersebut untuk mencapai kemajuan batin secara maksimal.
2. Segala yang datang, HADAPI. Segala yang telah pergi, JANGAN DICARI.Segala yang belum datang, JANGAN DINANTI
3. Segala sesuatu yang menjadi milik tidak akan pernah terlepaskan. Segala sesuatu yang bukan milik tidak akan pernah diperoleh. Semua mahluk hanya menerima segala yang memang sudah menjadi miliknya.
4. Masa lalu hanyalah kenangan. Jadikan pelajaran. Masa depan masih impian Jadikan pedoman. Masa sekarang adalah kenyataan. Gunakanlah secara maksimal.
5. Katakan MEMANG. Jangan tanyakan ‘Kenapa’ Atas segala sesuatu yang sedang dialami maupun dijalani.
6. Ubahlah pernyataan menjadi PERTANYAAN Untuk mampu berkomunikasi dengan bijaksana kepada siapapun.
7. Ketika memiliki kemauan, maka tentu ada jalan. Jika tidak ada jalan, BUATLAH jalan untuk mencapai harapan
8.Stress adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Mampu mengubah harapan agar sesuai kenyataan menimbulkan kebahagiaan.
9. Harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kenyataan tidak selalu sesuai harapan. Seseorang hanya mampu mengubah harapan. Ia tidak akan pernah mampu mengubah kenyataan. Harapan yang disesuaikan kenyataan mampu memberikan kebahagiaan.
10. Hidup berisi perubahan. Berubahlah untuk mengisi kehidupan.
11. Bersahabatlah dengan waktu. Walau waktu hanyalah khayal. Kenyataan hanyalah saat ini. Bukan masa lalu maupun masa depan. Menjadikan waktu sebagai sahabat. Banyak masalah dilalui. Satu demi satu. Akhirnya bahagia timbul juga.
Labels:
BHANTE UTTAMO MAHATHERA,
Kutipan
Thursday, April 26, 2012
Kutipan Bhikkhu Jinadhammo Maha Thera
"Agama
hanya sebagai baju saja, bicaranya saja yang peduli, tapi nyatanya
tidak sama dengan yang diomongkan (omong kosong),
kalau mau jadi siswa
Buddha, ya jangan begitu....
jalannya muluk-muluk dan tidak mengerti sama sekali, malu pada umat lain"
hanya sebagai baju saja, bicaranya saja yang peduli, tapi nyatanya
tidak sama dengan yang diomongkan (omong kosong),
kalau mau jadi siswa
Buddha, ya jangan begitu....
jalannya muluk-muluk dan tidak mengerti sama sekali, malu pada umat lain"
Labels:
Bhikkhu,
Jinadhammo Maha Thera,
Kutipan
Subscribe to:
Posts (Atom)



