.

.

Pages

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, February 15, 2012

Mau Sehat? Jadilah Orang Religius

Melakukan olahraga teratur dibarengi konsumsi makanan bergizi seimbang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh para pakar kesehatan sebagai resep jitu dalam menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Tetapi alangkah baiknya jika Anda tidak melupakan unsur religius dalam menunjang kesehatan seperti berdoa atau pun bermeditasi.

Berbagai studi ilmiah mengklaim, melakukan doa dan meditasi secara teratur dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan memperpanjang usia hidup seseorang.

Di Amerika Serikat misalnya, praktik-praktik religius kini menjadi salah satu terapi alternatif yang paling banyak dilakukan. Studi di University of Rochester misalnya menemukan, lebih dari 85 persen orang yang menderita sakit memilih untuk berdoa. Prosentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan yang memilih menjalani pengobatan herbal atau pengobatan medis lainnya. Hal ini semakin membuktikan bahwa doa sungguh-sungguh efektif dalam membantu penyembuhan.

Banyak orang percaya bahwa berdoa dapat membantu meringankan stres, yang merupakan salah satu faktor risiko utama untuk penyakit. Disamping juga ampuh untuk membuat pikiran tetap positif dan menjadi orang kuat dalam menjalani setiap permasalahan hidup.

Dr Herbert Benson, seorang spesialis jantung dari Harvard Medical School dan seorang pionir dalam bidang pengobatan pikiran/ tubuh mengatakan bahwa respon relaksasi akan terjadi ketika seseorang berdoa atau meditasi. Pada saat itu, metabolisme tubuh akan menurun, denyut jantung melambat, tekanan darah turun, dan napas menjadi lebih tenang dan lebih teratur.

Dalam risetnya Herbert Benson menemukan bahwa melakukan praktik spiritual dalam jangka panjang dan setiap hari membantu menonaktifkan gen yang memicu percepatan kematian sel dan peradangan. Menurut Benson, pikiran dapat mempengaruhi ekspresi gen seseorang. Dan ini adalah bukti menarik bagaimana doa dapat mempengaruhi fungsi tubuh pada tingkat yang paling dasar.

Sementara itu, Dr Andrew Newberg, direktur Center for Spirituality and Mind University of Pennsylvania telah melakukan penelitian terhadap para Buddha Tibet saat melakukan meditasi dan Biarawati Fransiskan ketika berdoa. Hasil memperlihatkan bahwa terjadi penurunan aktivitas pada bagian otak yang berkaitan dengan kesadaran dan orientasi spasial. Peneliti juga menemukan bahwa doa dan meditasi dapat meningkatkan kadar dopamin, yang berhubungan dengan peningkatan rasa sukacita.

Sebuah riset National Institutes of Health menemukan bahwa orang yang berdoa setiap hari terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi (40 persen) ketimbang mereka yang berdoa secara tidak teratur. Bahkan, penelitian di Dartmouth Medical School menemukan bahwa pasien dengan keyakinan agama yang kuat di mana harus menjalani operasi jantung, tiga kali lebih mungkin untuk cepat pulih ketimbang mereka yang kurang religius.

Studi lain juga menunjukkan bahwa doa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu untuk mengurangi keparahan dan frekuensi dari berbagai penyakit.

Accurate Health Center merupakan pusat pengobatan akupunktur dan konsultasi psikologi di kota Medan dapat membantu anda melakukan konseling psikologi dan pengobatan akupunktur untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center tergolong lengkap dari segi pengobatan tradisional, seperti terapi akupunktur, terapi pijat pengobatan, terapi bekam, fisioterapi, refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan tanpa efek samping.

Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganan penyakit menular seksual

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : http://www.accuratehealth.blogspot.com

Friday, September 23, 2011

Meditasi dan Kesehatan

Batin manusia amat dipengaruhi jasmaninya.. Jika dibiarkan berperan semaunya dan melakukan pikiran yang tidak baik, maka akan mampu menciptakan kehancuran dan bahkan menyebabkan pembunuhan. Sebaliknya jika batin diliputi oleh pikiran yang baik dapat menyembuhkan jasmani yang sedang sakit. Jika batin dipusatkan pada pikiran yang baik dengan mengembangkan usaha benar dan pengertian yang benar, maka hasilnya tidak terbatas. Jadi batin yang bersih dan pikiran yang baik membuat hidup menjadi sehat dan santai.

Dr. Bernard Grad dari Mcgill University di Montreal melakukan suatu percobaan dengan susah payah yaitu jika seseorang penyembuh jasmani memegang sebotol air yang tertutup rapat dan air ini disiramkan ke bibit jelai maka akan tampak menyolok bahwa bibit-bibit tersebut tumbuh melebihi yang lain. Ini merupakan fakta yang mengejutkan karena jika pasien penyakit jiwa atau syaraf memegang sebotol air lalu menyiramkan ke bibit maka pertumbuhannya menjadi terganggu.

Kesimpulan Dr. Grad adalah ada suatu faktor X atau energi yang mengalir dari badan manusia yang mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman atau binatang. Keadaan batin manusia mempengaruhi dirinya. ‘Energi’ yang belum diakui tersebut mempunyai dampak luas bagi Ilmu Pengobatan, dari sifat-sifat penyembuhan sampai pada percobaan laboratorium, kata Dr. Grad.

Sebagaimana ditemukan olehnya bahwa batin mampu mempengaruhi benda, maka tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa batinpun mampu mempengaruhi batin.

Jasmani kita bisa berada dalam kesehatan yang amat baik, namun batin sakit, digerogoti oleh penyakit yang berupa lobha, dosa dan moha serta berbagai pesona yang menyesatkan. Sebagian besar penyakit manusia berasal dari batinnya. Batin tidak saja menjadi penyebab penyakit melainkan juga menyembuhkannya. Pasien yang optimis lebih banyak mempunyai harapan sembuh daripada pasien yang pesimis. Catatan keyakinan pada penyembuhan menunjukan bahwa cara inilah yang menyembuhkan penyakit organis secara mendadak.

Batin amat peka dan merupakan gejala yang ruwet sehingga tidaklah mungkin kita temukan dua orang yang sama batinnya. Pikiran manusia diterjemahkan melalui kata dan perbuatan. Pengulangan kata-kata dan perbuatan menumbuhkan kebiasaan dan akhirnya membentuk watak. Watak adalah hasil dari kegiatan yang dijuruskan oleh pikiran, oleh sebab itu watak manusia berbeda-beda. Ahli Ilmu Jiwa seperti Carl G. Yung mengatakan ada dua tipe, introvert dan exstravert, yaitu orang yang lebih suka memperhatikan diri sendiri daripada orang lain serta orang yang lebih suka memperhatikan hal-hal yang ada di luar dirinya.

Jalan ke arah pembersihan batin (Visudhi Magga) menunjukan enam tipe watak (carita) yang meliputi banyak hal yang tidak berarti. Ada beberapa yang condong ke-nafsu keinginan, kebencian, kebodohan batin, keyakinan, kecerdasan dan keraguan. Karena adanya watak yang berbeda-beda maka subyek meditasinya pun disesuaikan (kammatthana). Orang menjumpai kammatthana ini disebutkan satu demi satu pada Kitab Suci Pali, khususnya mengenai kotbah Sang Buddha. Petunjuk tentang Jalan menuju Pembersihan Batin, (Visuddhi Magga) ada empat puluh macam. Mereka benar-benar merupakan resep obat bagi berbagai kekacauan batin manusia.

Di dalam kitab Majjhima Nikaya, salah satu dari lima Kitab Tipitaka asli yang berisikan petunjuk-petunjuk Sang Buddha, ada dua di antaranya (no 61 dan 62) berisikan nasehatNya kepada Rahula sewaktu mengajarkan Dhamma. Semuanya berisikan tentang meditasi. Pada wejangan yang ke 62 kepada Rahula, yang saat itu baru berusia delapan belas tahun, menarik sekali untuk diperhatikan bahwa Sang Buddha memberikan tujuh macam meditasi, yang intinya sebagai berikut :

Kembangkanlah meditasi cinta kasih (metta), maka itikad jahat akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi belas kasihan (karuna), maka kekejaman akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi simpati (mudita), maka antipati (ketidak senangan terhadap keberhasilan orang lain) akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi keseimbangan batin (upekkha), maka kebencian akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi dengan objek yang menjijikan (asubha), maka nafsu keinginan akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi pada objek ketidakkekalan (anicca sañña), Rahula; dengan demikian maka kesombongan diri atau ke-Akuan (asmi - mana) akan lenyap.

Kembangkanlah meditasi pada objek yang keluar masuknya nafas (anapana sati), Rahula, perhatian pada keluar masuknya nafas ini bila dilatih dengan sungguh-sungguh dan teratur banyak memberi manfaat.

Sang Buddha tidak hanya menganjurkan kepada orang lain untuk melatih meditasi, akan tetapi Beliau sendiri telah terbiasa melakukannya untuk menciptakan suasana damai, tentram (ditthadhamma sukha vihari). Pada suatu waktu Sang Buddha bersabda : ‘Wahai para Bhikkhu, Aku akan menyendiri selama tiga bulan. Yang menemuiKu hanyalah yang mengantarkan makanan dan minumKu’. ‘Baik Yang Mulia’, jawab para Bhikkhu. Setelah tiga bulan Sang Buddha bersabda sebagai berikut :

‘Wahai para Bhikkhu, jika ada seseorang dari ajaran lain bertanya kepadamu Meditasi apa yang sering dilakukan oleh Samana Gotama selama musim hujan, maka jawablah dengan mengatakan ‘Sang Buddha sering menghabiskan waktu selama musim hujan dengan meditasi keluar dan masuknya napas’. ‘Dengan meditasi ini Aku mengeluarkan dan menarik napas dengan penuh perhatian. Orang yang berkata benar harus mengatakan; perhatian benar terhadap keluar dan masuknya napas merupakan cara hidup Sang Tathagata’.

Kita tidak perlu dan tidak mungkin menguasai empat puluh subjek meditasi. Yang penting adalah memilih salah satu di antaranya yang sesuai dengan dirinya. Akan sangat membantu jika mendapat bimbingan dari orang yang sudah terlatih dalam meditasi, buku-buku tentang meditasi juga akan dapat membantu. Sesungguhnya dalam hal ini kita harus dengan jujur mengenali watak sendiri, sebab bila tidak, kita tidak akan mampu memilih subjek meditasi yang tepat. Begitu pilihan telah diambil, kita harus tekun melatih diri dengannya. Meditasi adalah suatu ‘usaha yang dilakukan diri sendiri’.

Jika sibuk dengan urusan duniawi, kita tidak akan mudah memisahkan diri dan menyendiri di tempat yang sepi untuk waktu tertentu melakukan meditasi dengan serius setiap hari. Namun jika ada kemauan maka akan terdapat jalan. Pada waktu pagi hari atau sesaat menjelang tidur atau kapan saja jika batin telah siap, walaupun sebentar, kita menyatukan pikiran dan meningkatkan konsentrasi..

Jika kita mengembangkan perenungan yang tenang setiap hari maka kita akan mampu mengerjakan tugas kita dengan baik, dan lebih efisien. Kita mempunyai keberanian untuk menghadapi kesulitan, mudah puas dan lebih mudah berhasil. Cukup berharga untuk dicoba, namun kita harus cukup sabar, percaya diri dan mantap. Jika memungkinkan, meditasi harus dilakukan dengan teratur dan cukup, dan hendaknya jangan mengharapkan hasilnya dengan cepat. Perubahan kejiwaan tibanya perlahan-lahan.