.

.

Pages

Showing posts with label Mantra. Show all posts
Showing posts with label Mantra. Show all posts

Monday, July 16, 2012

Medicine Buddha Mantra

Bhaisajyaguru ( « Medicine Master and King of Lapis Lazuli Light »), is the buddha of healing and medicine in Mahāyāna Buddhism. Commonly referred to as the « Medicine Buddha, » he is described as a doctor who cures suffering using the medicine of his teachings.
He is depicted as deep blue in colour, dressed in bhiksu's robes, holding his begging bowl in his left hand and with his right hand making the varada mudra. Varada means « granting wishes, conferring a boon, ready to fulfil requests or answer prayers. » Sometimes, especially in East Asian iconography, the begging bowl is replaced by a medicine jar; in Tibetan images a myrobalan plant, thought to be a panacea, grows out of the bowl.

 Dharmas


According to the Bhaisajyaguruvaidūryaprabharāja Sūtra, the Medicine Buddha Sutra, Bhaisajyaguru made the following Twelve Vows upon attaining Enlightenment :
  1. To illuminate countless realms with his radiance, enabling anyone to become a Buddha just like him.
  2. To awaken the minds of sentient beings through his light of lapis lazuli.
  3. To provide the sentient beings with whatever material needs they require.
  4. To correct heretical views and inspire beings toward the path of the Bodhisattva.
  5. To help beings follow the Moral Precepts, even if they failed before.
  6. To heal beings born with deformities, illness or other physical sufferings.
  7. To help relieve the destitute and the sick.
  8. To help women who wish to be reborn as men achieve their desired rebirth.
  9. To help heal mental afflictions and delusions.
  10. To help the oppressed be free from suffering.
  11. To relieve those who suffer from terrible hunger and thirst.
  12. To help clothe those who are destitute and suffering from cold and mosquitoes.

In Tibetan Buddhism, the practice of Medicine Buddha, the Supreme Healer (or Sangay Menla in Tibetan) is not only a very powerful method for healing and increasing healing powers both for oneself and others, but also for overcoming the inner sickness of attachment, hatred, and ignorance, thus to meditate on the Medicine Buddha can help decrease physical and mental illness and suffering.
The Medicine Buddha mantra is held to be extremely powerful for healing of physical illnesses and purification of negative karma. One form of practice based on the Medicine Buddha is done when one is stricken by disease. The patient is to recite the long Medicine Buddha mantra 108 times over a glass of water. The water is now believed to be blessed by the power of the mantra and the blessing of the Medicine Buddha himself, and the patient is to drink the water. This practice is then repeated each day until the illness is cured.


Recitations

In the Bhaisajyaguruvaidūryaprabharāja Sūtra, the Medicine Buddha is described as having entered into a state of samadhi called « Eliminating All the Suffering and Afflictions of Sentient Beings. » From this samadhi state he spoke the Medicine Buddha Dharani :
namo bhagavate bhaisajyaguru
vaidūryaprabharājāya tathāgatāya
arhate samyaksambuddhāya tadyathā:
om bhaisajye bhaisajye bhaisajya-samudgate svāhā

The last line of the dharani is used as Bhaisajyaguru's short form mantra. There are several other mantras for the Medicine Buddha as well that are used in different schools of Vajrayana Buddhism.
The short form of the mantra could roughly be translated as « Hail! Appear, O Healer, O Healer, O Great Healer, O King of Healing! » The optional « tadyathā » at the beginning means « thus, » and it’s not really part of the mantra, but more of an introduction.
The long version could be rendered as « Homage to the Blessed One, The Master of Healing, The King of Lapis Lazuli Radiance, The One Thus-Come, The Worthy One, The Fully and Perfectly Awakened One, thus: ‘Hail! Appear, O Healer, O Healer, O Great Healer, O King of Healing!’ »
In Tibetan pronunciation, the mantra comes out as:
(Tad-ya-ta) Om Be-kan-dze Be-kan-dze Ma-ha Be-kan-dze Ra-dza Sa-mung-ga-te So-ha

Thursday, July 05, 2012

The Mantra Of Amitabha Buddha

Wang Sen Cing Thu Sen Cou 

The Mantra Of Amitabha Buddha. Umat Buddha yang tekun dan rajin membaca Mantra ini, dan melafalkan Namo Amitabha Buddha, maka karma - karma buruk yang berat akan terhapus, dan kelak ketika ia meninggal, Amitabha Buddha, Kwan Se Im Phu Sa, Ta Se Che Phu Sa dan para makhluk suci lainnya akan dtg menjemputnya menuju ke Surga yg penuh kebahagiaan di Surga Sukhavati sebelah barat

Monday, June 11, 2012

Arti Mantra Usnisa Vijaya Bhagavati

Sembah sujud pada Bhikkhu Liao Ming, Guru Sakya Zheng Kong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Th ubten Dhargye! Sembah sujud pada Triratna Mandala! Sembah sujud pada adinata homa Usnisa Vijaya Bhagavati!

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lhama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, selamat malam semuanya!

Pertama-tama, terima kasih sekali kepada Acarya Lianyue dari vihara Chung-kuan, selain itu, Acarya Lianhan, Acarya Lianhua Zhongchi, Acarya Liandeng, Acarya Lianmiao, dan seluruh umat se-Dharma yang bisa menjapa genap mantra Usnisa Vijaya Bhagavati selama 7 hari 7 malam, terima kasih sekali kepada mereka.

Mantra Usnisa Vijaya adalah penjelmaan dari terang Tathagata Usnisa, Usnisa Vijaya Bhagavati juga Tathagata Usnisa, Ia berarti yang sempurna di alam semesta. "Brum" ini, kita setiap kali menyempurnakan, selalu japa "Om. Bulin. Om. Bulin", sebenarnya "Om. Bulin" disebarkan ke Taiwan, baru dijapa "Om. Bulin.", boleh dikatakan, seharusnya "Brum. Om.", terang mahasiddhi yang dicapai dari perbauran antara terang Tathagata Usnisa yang sempurna di alam semesta dan terang kita sendiri, itulah arti mantra Usnisa Vijaya Bhagavati. Terang Tathagata Usnisa, ditambah dengan terang Buddhata hati kita sendiri, keduanya saling berbaur, itulah terang yang sangat sempurna dari alam semesta. Acarya Lianyue berkata pada saya, "Mohon Mahaguru menjelaskan arti mantra Usnisa Vijaya Bhagavati." Di sinilah artinya.

Sebenarnya, tadinya sempurna, dunia manusia mencemarkannya, tadinya sempurna, tak disangka dicemarkan oleh insan. Saya cerita sebuah cerita lucu, ada sebuah vihara, tadinya temboknya putih sekali, namun, banyak umat pergi berwisata, lalu menuliskan nama sendiri di atas tembok, "Sun Wukong berwisata ke sini", tak lama kemudian, tembok pun penuh dengan tulisan, setiap orang "datang berwisata ke sini", semua penuh. Begitu ketua vihara melihat, "Aduh! Insan memang demikian." Suatu hari, ia pun cari tukang cat, semua dicat menjadi putih, begitu ia berpikir, "Ini adalah vihara wisata, tetap ada orang yang akan menulis", ia sendiri pun menulis "Dilarang menulis di sini", kemudian dibaca oleh wisatawan yang datang, juga menulis satu kalimat, "Mengapa Anda lebih dulu menulis?" Datang satu orang lagi, begitu ia baca, ditambahkan lagi satu kalimat "Kalau mau tulis, biarkan saja", kemudian, datang satu orang lagi, begitu baca, ia menambahkan satu kalimat lagi, "Mari kita tulis sama-sama". Sehingga seluruh tembok itu pun tercemar lagi.

Wujud asli alam semesta -- wujud asli Usnisa Vijaya Bhagavati, tadinya Ia adalah seberkas sinar putih; Buddhata umat manusia, juga sama, seberkas sinar putih, tidak kotor dan tidak bersih, fenomena seluruh alam semesta, demikian sempurna, pikiran insanlah yang mencemarinya. Jadi, boleh dikatakan, japa mantra Usnisa Vijaya Bhagavati, berarti menemukan Buddhata anda sendiri, berbaur bersama Dharmakaya dari Buddha Dharmakaya yang suci, sehingga mencapai keberhasilan alam semesta, sesederhana itulah prinsipnya.

Banyak orang yang datang hari ini, banyak umat yang datang. Karena, kemarin saya di Vihara vajragarbha Taiwan mengatakan, di sini ada "Homa Penutupan Penjapaan Mantra Usnisa Vijaya Bhagavati 7 hari 7 malam" yang dipelopori Acarya Lianyue di pusat pertapaan Tucheng Chung-kuan Temple. Apa arti kita menjapa mantra ini? Membersihkan seluruh rintangan karma, membersihkan rintangan karma para mahkluk akhirat, semua terlahir di Buddhaloka; rintangan karma, karma penyakit, dan karma apapun selama turun-temurun berubah menjadi terang; meningkatkan kebijaksanaan terang kita; meningkatkan berkah terang kita, agar segalanya sempurna; segala musuh, juga berubah menjadi terang. Kita juga berharap di bawah mantra Usnisa Vijaya Bhagavati selama 7 hari 7 malam, segala kerisauan, semua berubah menjadi terang. Ini adalah satu peristiwa yang sangat baik! Asalkan segalanya berubah menjadi terang, segalanya pun berhasil, bagaimana pun, semua berhasil, kemudian, sinar ini melindungi dan menerangi kita, kita pun dapat bebas dari segala kerisauan.

Orang awam! Sama sekali beda dengan "kebenaran suci" kita, di hadapan para arya, segalanya adalah sempurna, homa sangat sempurna, saya juga melihat terang Usnisa Vijaya Bhagavati muncul. Ia pertama-tama muncul dalam fenomena membuat sebuah "jie" (penyelesaian), sepotong demi sepotong terang, demikian, memenuhi seluruh angkasa, kemudian berubah menjadi sebuah terang adarsa-jnana (kebijaksanaan cermin mahasempurna), di tengah adarsa-jnana duduk Usnisa Vijaya Bhagavati, sangat luar biasa, nyatalah bahwa mantra Usnisa Vijaya Bhagavati selama 7 hari 7 malam yang satu ini, saat sampai homa penutupan, segalanya sangat sempurna dan luar biasa.

Dunia itu beda, seperti kita di atas gunung, sangat bersih, di bawah gunung sudah beda, itu dunia orang awam. Kita di atas gunung berkumpul orang sebanyak ini, di bawah gunung tetap ada banyak orang, semoga sinar Usnisa Vijaya Bhagavati, juga mampu menerangi seluruh insan. Apa yang beda di bawah gunung? Konfl ik banyak sekali, rebut-rebutan, kacau balau; seluruh insan di bawah gunung kacau balau. Kacau balau apa? Juga ada sebuah "joke" (lelucon), akhir-akhir ini banyak kejadian demikan, ada seorang pasien, dibawa ke rumah sakit, rumah sakit mengobatinya, sehabis diobati, dibawa pulang lagi, aduh? Penyakit belum sembuh, tadinya tidak diobati masih lumayan, begitu diobati makin parah, menimbulkan konfl ik medis, anggota keluarga berkata, "Begini saja! Kita utus satu orang untuk bicara dengan dokter dulu, "Diobati makin parah", pergi marahi dia." Ia mengutus satu orang ke sana, tak lama kemudian, kembali lagi, kembali ke rumah, tuan rumah pun bertanya padanya, "Apakah Anda bertanya pada dokter itu? Memarahi dokter itu?" Ia berkata, "Saya tidak bisa menerobos masuk, karena orang yang memarahinya terlalu banyak.” Ia tidak memarahinya (maksudnya dokter), karena ia tidak bisa menerobos masuk, orang yang memarahinya terlalu banyak. Mengapa saya menceritakan ini? Karena konfl ik medis sekarang sangat banyak.

Manusia! Lumrah mengalami ketidakadilan, namun mau menyalahkan siapa? Memangnya dokter mau gagal mengobati anda? Apakah itu kecerobohan medis? Jika benar-benar kecerobohan medis, dokter seharusnya mengalami kerugian, karena ia harus ganti rugi, namun, jika bukan kecerobohan dokter? Melainkan karma penyakit pasien ini? Rintangan karma pasien ini? Banyak kejadian memang sangat aneh, obat yang sama, dokter yang sama, ia telah sembuh, obat yang sama, mengobati orang lain, ia tidak sembuh. Jadi, maksud saya menunjukkan contoh ini, hanya konfl ik medis saja sudah tidak ada habis-habisnya, konfl ik lainnya lebih banyak lagi. Kadang-kadang, bisa sembuh, kadang-kadang, tidak bisa sembuh, kadang-kadang bisa hidup, kadang-kadang tidak bisa hidup, apa sebabnya? Menurut kita umat Buddha, inilah rintangan karma, ada rintangan! Rintangan berwujud dan rintangan tak berwujud, sangat banyak. Rintangan berwujud bisa meminta keadilan; rintangan tak berwujud, di mana meminta keadilan?

Hari ini di atas gunung banyak orang, di bawah gunung juga banyak orang, insane yang tak terhitung banyaknya, yang mengerti Buddhadharma, tahu bahwa insane memiliki banyak rintangan karma, namun kita bersihkan lewat mantra Usnisa Vijaya Bhagavati selama 7 hari 7 malam, inilah kita orang di atas gunung, orang di bawah gunung yang sadhaka baru bisa membersihkan rintangan karma; insan di bawah gunung yang tidak mengerti membersihkan rintangan karma sendiri, ia menyalahkan yang berwujud, ia tidak tahu ada yang tak berwujud, hanya tahu yang berwujud saja. Sesungguhnya, setiap peristiwa yang terjadi, setiap konfl ik, sebagian besar terbentuk dari rintangan karma sendiri. Jadi, demi menyingkirkan rintangan karma sendiri, dan rintangan karma seluruh insan, kita semua harus dukung penjapaan mantra Usnisa Vijaya Bhagavati.

Lihat, tubuh manusia diobati pun tidak kunjung sembuh, lantas menyalahkan dokter, kalau begitu, topan? anda menyalahkan siapa? Banjir? Anda menyalahkan siapa? Gempa bumi? anda menyalakan siapa? Kebakaran? anda menyalahkan siapa? Terutama gempa bumi, anda lihat gempa bumi saja, gempa bumi mau menyalahkan siapa? Tidak ada yang bisa disalahkan! Juga tidak ada orang yang mengatakan gempa bumi menyalahkan pemerintah. Bahkan banjir pun bisa menyalahkan pemerintah, hujan deras, hujan lebat, wah! Dalam sehari turun curah hujan sebulan penuh, sehari turun curah hujan setahun penuh, lantas menyalahkan pemerintah. Gempa bumi? Maaf, gempa bumi menyalahkan siapa? Menyalahkan bumi?

Manusia jangan menyalahkan siapa-siapa, salahkan rintangan karma sendiri, salahkan diri sendiri tidak japa mantra Usnisa Vijaya Bhagavati, salahkan diri sendiri tidak membersihkan rintangan karma sendiri, salahkan diri sendiri tidak membersihkan kerisauan sendiri, jika anda dapat membersihkan rintangan karma sendiri, membersihkan kerisauan sendiri, ada satu nadi bernama "nadi pembuluh kristal", ketika mata anda melihat ke dalam, saat melihat Buddhata sendiri, lewat "nadi pembuluh kristal", melihat teratai di hati sendiri mekar, melihat pusat teratai muncul terang Buddhata, saat ini, anda pun tahu, kerisauan anda telah sirna semua, rintangan karma anda juga telah sirna semua, semoga kita semua dapat tekun menjapa mantra.

Thursday, June 07, 2012

Mantra Maha Karuna Dharani dalam berbagai versi

Mantra Maha Karuna Dharani / Nilakantha Dharani dalam berbagai versi dan bahasa.

Pertama, 3 versi Mantra Maha Karuna Dharani dalam bahasa Sansekerta...

Versi 1

Namo Ratna Trayaya.
Namah Arya Avalokitesvaraya
Bodhisattvaya Mahasattvaya Mahakarunikaya

Sarva Bandhana Chedana Karaya .
Sarva Bhava Samudram Sosana Karana.
Sarva Vyadhi Prasamana Karaya.
Sarva Mrtyu Upa-Drava Viansana Karana .
Sarva Bhaye Su Trana Karaya.

Tasmat Namas – Krtva Idam
Arya Avalokitesvara Bhastinam Nilakantha
Pi Nama Hrdayam Avarta Isyami
Sarvartha-sadhanam Subham Ajeyam
Sarva Bhutanam Bhava Marga Visuddhakam

Tadyatha, Om Aloke Aloka-mati Lokati Krante.
He Hare Arya Avalokitesvara
Maha bodhisattva , He Boddhisattva , He
Maha bodhisattva , He Virya Bodhisattva
He Mahakarunika Smara Hradayam.

Hi Hi , Hare Arya Avalokitesvara Mahesvara Parama
Maitra-Citta Mahakarunika.
Kuru Kuru Karman
Sadhaya Sadhaya Vidyam.

Ni Hi , Ni Hi Varnam Kamam-Game .
Vitta-Kama Vigama.
Siddha Yogesvara .
Dhuru Dhuru Viryanti, Maha Viryanti .
Dhara Dhara Dharendresvara.
Cala Cala Vimala Amala Murte
Arya Avalokitesvara Jina Krsna Jata-Makuta
Valam Ma Pra-Lamba Maha Siddha
Vidya dhara.

Vara Vara Maha Vara .
Bala Bala Maha Bala.
Cala Cala Maha Cala
Krsna-Varna Nigha Krsna – Paksa Nirghatana.
He Padma-Hasta Cara Cara Desa
Caresvara Krsna –Sarpa Krta Yajnopavita
Ehyehi Maha Varaha-Mukha,Tripura-Dahanesvara

Narayana Va Rupa Vara Marga Ari .
He Nilakantha , He Mahakara ,
Hala hala Visa Nir-jita Lokasya.
Raga Visa Vinasana.
Dvesa Visa Vinasana.
Moha Visa Vinasana

Huru Huru Mala, Huru Huru Hare, Maha Padmanabha
Sara Sara , Sri Sri , Suru Suru, Bhu ruc Bhu ruc
Buddhiya Buddhiya , Boddhaya Boddhaya
Maitri Nilakantha Ehyehi Vama
Shitha Simha-Mukha Hasa Hasa,
Munca Munca Mahattahasam Ehiyehi Pa
Maha Siddha Yogesvara
Bhana Bhana Vaco
Sadhaya Sadhaya Vidyam.

Smara Smaratam Bhagavantam Lokita
Vilokitam Lokesvaram Tathagatam Dadahi
Me Drasana Kamasya Darsanam
Pra-Hiadaya Mana Svaha.
Siddhaya Svaha.
Maha Siddhaya Svaha
Siddha Yogesvaraya Svaha

Nilakanthaya Svaha
Varaha-Mukhaya Svaha
Maha-dara Simha-Mukhaya Svaha
Siddha Vidyadharaya Svaha
Padma-Hastaya Svaha
Krsna-Sarpa Krta Yajnopavitaya Svaha
Maha Lakutadaharaya Svaha
Cakrayuddhaya Svaha
Sankha-Sabdani Bodhanaya Svaha
Vama Skandhadesa Shitha Krsnajinaya Svaha

Vyaghra-Carma Nivasanaya Svaha
Lokesvaraya Svaha
Sarva Siddhesvaraya Svaha
Namo Bhagavate Arya Avalokitesvaraya Bodhisattvaya
Maha Sattvaya Mahakarunikaya
Sidhyanthu Me Mantra-Padaya Svaha

Versi 2

Namo ratna-trayāya
Namo āriyā-valokite-śvarāya
Bodhi-sattvāya, Maha-sattvāya, Mahā-kārunikāya

Om sarva-raviye sudhanadasya
Namo skritvā imam āryā-valokite-śvara ramdhava
Namo narakindi hrih Mahā-vat-svāme
Sarva-arthato-śubham ajeyam
Sarva-sat Namo-vasat Namo-vāka mavitāto

Tadyathā
Om avaloki-lokate-krate-e-hrih Mahā-bodhisattva
Sarva sarva, Mala mala
Mahi Mahi ridayam, Kuru kuru karmam

Dhuru dhuru, vijayate Mahā-vijayati
Dhara dhara dhrini śvarāya
Cala cala mama vimala muktele
Ehi ehi śina śina ārsam prasari
viśva viśvam prasaya

Hulu hulu mara, Hulu hulu hrih
Sara sara siri siri suru suru
Bodhiya Bodhiya Bodhaya Bodhaya

Maitreya narakindi dhrish-nina bhayamana svāhā
Siddhāya svāhā
Maha siddhāya svāhā
Siddha-yoge-śvaraya svāhā

Narakindi svāhā, Māranara svāhā
śira simha-mukhāya svāhā
Sarva mahā-asiddhaya svāhā
Cakra-asiddhāya svāhā
Padma-kastāya svāhā

Narakindi-vagalāya svaha
Mavari-śankharāya svāhā
Namo ratna-trāyāya
Namo āryā-valokite-śvaraya svāhā
Om Sidhyantu mantra padāya svāhā

Versi 3

Namo Ratna Trayaya. Namo Arya Jyana
Sagara Vairochana
Vyuha Rajaya Tathagataya
Arhate. Samyak Sambuddhaya

Namah Sarva Tathagatebyah
Arhatebyah. Samyak Sambuddhe Byah
Namo Arya Avalokite Svaraya
Boddhisattvaya, Mahasattvaya, Mahakarunikaya

Tadyatha Om Dhara Dhara
Dhiri Dhiri Dhuru Dhuru
Iti Vaitte Chale Chale Pra Chale Pra Chale
Kusume Kusuma Vare, Ili Mili Chitiwala mapanaya Svaha

Trus yang ini mantra Maha Karuna Dharani dalam berbagai bahasa dari yang versi nomor 2......


Sanskrit

Namo ratna-trayāya
Namo āriyā-valokite-śvarāya
Bodhi-sattvāya, Maha-sattvāya, Mahā-kārunikāya

Om sarva-raviye sudhanadasya
Namo skritvā imam āryā-valokite-śvara ramdhava
Namo narakindi hrih Mahā-vat-svāme
Sarva-arthato-śubham ajeyam
Sarva-sat Namo-vasat Namo-vāka mavitāto

Tadyathā
Om avaloki-lokate-krate-e-hrih Mahā-bodhisattva
Sarva sarva, Mala mala
Mahi Mahi ridayam, Kuru kuru karmam

Dhuru dhuru, vijayate Mahā-vijayati
Dhara dhara dhrini śvarāya
Cala cala mama vimala muktele
Ehi ehi śina śina ārsam prasari
viśva viśvam prasaya

Hulu hulu mara, Hulu hulu hrih
Sara sara siri siri suru suru
Bodhiya Bodhiya Bodhaya Bodhaya

Maitreya narakindi dhrish-nina bhayamana svāhā
Siddhāya svāhā
Maha siddhāya svāhā
Siddha-yoge-śvaraya svāhā

Narakindi svāhā, Māranara svāhā
śira simha-mukhāya svāhā
Sarva mahā-asiddhaya svāhā
Cakra-asiddhāya svāhā
Padma-kastāya svāhā

Narakindi-vagalāya svaha
Mavari-śankharāya svāhā
Namo ratna-trāyāya
Namo āryā-valokite-śvaraya svāhā
Om Sidhyantu mantra padāya svāhā

Mandarin

Na Mo He Lai Da Na Duo Lai Ya Ye
Na Mo O Li Ye Po Lu Ji Di Shuo Bo La Ye
Pu Ti Sa Duo Po Ye, Mo Ho Sa Duo Po Ye, Mo Ho Cia Lu Ni Cia Ye

An, Sa Pan La Fa Ye Shuo Da No Da Xie
Na Mo Xi Ji Li Duo Yi Mong O Li Ye Po Lu Ji Di She Fo La Leng Tuo Po
Na Mo Nuo Lai Jin Chi Xi Li Mo Ho Pan Duo Sha Mie
Sa Po O Duo Duo Su Peng O Shu Yen
Sa Po Sa Duo Na Mo Po Sa Duo Na Mo Po Chie Mo Fa De Dou

Dan Chi Duo
An O Po Lu Xi Lu Jai Di Jia Luo Di Yi Si Li, Mo He Pu Ti Sa Duo
Sa Po Sa Po Mo Nai Mo Nai
Mo Xi Mo Xi Li Duo Yun, Ji Lu Ji Lu Jie Mong

Du Lu Du Lu Fa She Ye Di, Mo Ho Fa She Ye Di
Tuo Nai Tuo Nai Di Li Ni Shi Fu Nai Ye
Che Nai Che Nai Mo Mo Fa Mo Nai Mo Di Li
Yi Ser Yi Ser Shi Nuo Shi Nuo O Lai Shen Fo Lai She Li
Fa Sha Fa Shen Fo Lai She Ye

Hu Lu Hu Lu Mo Nai, Hu Lu Hu Lu Xi Li
So Nai So Nai, Si Li Si Li, Su Lu Su Lu
Pu Ti Ye Pu Ti Ye, Pu Duo Ye Pu Duo Ye

Mi Di Li Ye No Lai Jin Chi Di Li Se Ni Nuo Po Ye Mo No Sa Po Ho
Xi Duo Ye Sa Po Ho
Mo Ho Si Duo Ye Sa Po Ho
Xi Duo Yu Yi Shi Pan Na Ye Sa Po Ho

No Lai Jin Chi Sa Po Ho, Mo Lai No Lai Sa Po Ho
Xi Nai Seng O Mo Qie Ye Sa Po Ho
Suo Po Mo He O Xi Duo Ye Sa Po Ho
Je Ji Lai O Xi Duo Ye Sa Po Ho
Bo Duo Mo Jie Xi Duo Ye Sa Po Ho

Nuo Lai Jin Che Pan Chi Lai Ye Sa Po Ho
Mo Po Li Sheng Ji Lai Ye Sa Po Ho
Na Mo He Lai Da Na Duo Lai Ya Ye
Na Mo O Li Ye Po Lu Ji Di Shuo Bo Lai Ye So Po Ho
An, Xi Dian Dou Man Duo La Ba Duo Ye Sa Po Ho

Japanese

Namu Ka Ra Tan No To Ra Ya Ya
Namu Oriya Bo Ryo Ki Chi Shi Fu Ra Ya
Fu Ji Sa To Bo Ya, Mo Ko Sa To Bo Ya, Mo Ko Kya Ru Ni Kya Ya

En Sa Ha Ra Ha Ei Shu Ta No Ton Sha
Namu Shi Ki Ri To I Mo Oriya Bo Ryo Ki Chi Shi Fu Ra Rin To Bo
Namu No Ra Kin Ji Ki Ri Mo Ko Ho Do Sha Mi
Sa Bo O To Jo Shu Ben O Shu In
Sa Bo Sa To No Mo Bo Gya Mo Ha De Cho

To Ji To
En O Bo Ryo Ki Ryo Gya Chi Kya Rya Chi I Ki Ri Mo Ko Fu Ji Sa To
Sa Bo Sa Bo, Mo Ra Mo Ra
Mo Ki Mo Ki Ri To In, Ku Ryo Ku Ryo Ke Mo

To Ryo To Ryo Ho Ja Ya Chi Mo Ko Ho Ja Ya Chi
To Ra To Ra Chi Ri Ni Shi Fu Ra Ya
Sha Ro Sha Ro Mo Mo Ha Mo Ra Ho Chi Ri
I Ki I Ki Shi No Shi No O Ra San Fu Ra Sha Ri
Ha Za Ha Za Fu Ra Sha Ya

Ku Ryo Ku Ryo Mo Ra, Ku Ryo Ku Ryo Ki Ri
Sha Ro Sha Ro Shi Ri Shi Ri Su Ryo Su Ryo
Fu Ji Ya Fu Ji Ya Fu Do Ya Fu Do Ya

Mi Chi Ri Ya No Ra Kin Ji Chi Ri Shu Ni No Ho Ya Mo No So Mo Ko
Shi Do Ya So Mo Ko
Mo Ko Shi Do Ya So Mo Ko
Shi Do Yu Ki Shi Fu Ra Ya So Mo Ko

No Ra Kin Ji So Mo Ko, Mo Ra No Ra So Mo Ko
Shi Ra Sun O Mo Gya Ya So Mo Ko
So Bo Mo Ko O Shi Do Ya So Mo Ko
Sha Ki Ra O Shi Do Ya So Mo Ko
Ho Do Mo Gya Shi Do Ya So Mo Ko

No Ra Kin Ji Ha Gya Ra Ya So Mo Ko
Mo Ho Ri Shin Gya Ra Ya So Mo Ko
Namu Ka Ra Tan No To Ra Ya Ya
Namu Oriya Bo Ryo Ki Chi Shi Fu Ra Ya So Mo Ko
En Shi Te Do Mo Do Ra Ho Do Ya So Mo Ko

Korean

Na-Mo-Ra Da-Na Da-Ra Ya-Ya
Na-Mak Ar-Ya Ba-Ro-Gi-Je Sae-Ba-Ra-Ya
Mo-Ji Sa-Da-Ba-Ya, Ma-Ha Sa-Da-Ba-Ya, Ma-Ha Ga-Ro-Ni-Ga-Ya

Om Sal-Ba-Ba-Ye Su Da-Ra-Na Ga-Ra-Ya Da-Sa-Myong
Na-Mak-Ka-Ri-Da-Ba I-Mam Ar-Ya Ba-Ro-Gi-Je Sae-Ba-Ra Da-Ba I-Ra-Gan-Ta
Na-Mak Ha-Ri-Na-Ya Ma-Bal-Ta I-Sa-Mi
Sal-Bal-Ta Sa-Da-Nam Su-Ban A-Ye-Yom
Sal-Ba Bo-Da-Nam Ba-Ba-Mar-A Nii-Su-Da-Gam

Da-Nya-Ta
Om A-Ro-Gye A-Ro-Ga Ma-Ji-Ro-Ga Ji-Ga-Ran-Je Hye-Hye-Ha-Rye Ma-Ha Mo-Ji Sa-Da-Ba
Sa-Ma-Ra Sa-Ma-Ra Ha-Ri-Na-Ya
Gu-Ro-Gu-Ro Gal-Ma Sa-Da-Ya Sa-Da-Ya

Do-Ro-Do-Ro Mi-Yon-Je Ma-Ha Mi-Yon-Je
Da-Ra Da-Ra Da-Rin Na-Rye Sae-Ba-Ra
Ja-Ra-Ja-Ra Ma-Ra-Mi-Ma-Ra A-Ma-Ra Mol-Che-Ye
Hye-Hye Ro-Gye Sae-Ba-Ra Ra-A Mi-Sa-Mi Na-Sa-Ya
Na-Bye Sa-Mi Sa-Mi Na-Sa-Ya
Mo-Ha Ja-Ra Mi-Sa-Mi Na-Sa-Ya

Ho-Ro-Ho-Ro Ma-Ra-Ho-Ro Ha-Rye Ba Na-Ma-Na-Ba
Sa-Ra Sa-Ra Shi-Ri Shi-Ri So-Ro So-Ro
Mot-Cha Mot-Cha, Mo-Da-Ya Mo-Da-Ya

Mae-Da-Ri-Ya Ni-Ra-Gan-Ta Ga-Ma-Sa Nal-Sa-Nam Ba-Ra-Ha-Ra-Na-Ya Ma-Nak-Sa-Ba-Ha
Shit-Ta-Ya Sa-Ba-Ha
Ma-Ha-Shit-Ta-Ya Sa-Ba-Ha
Shit-Ta-Yu-Ye Sae-Ba-Ra-Ya Sa-Ba-Ha

Ni-Ra-Gan-Ta-Ya Sa-Ba-Ha
Ba-Ra-Ha Mok-Ka Shing-Ha Mok-Ka-Ya Sa-Ba-Ha
Ba-Na-Ma Ha-Ta-Ya Sa-Ba-Ha
Ja-Ga-Ra Yok-Ta-Ya Sa-Ba-Ha
Sang-Ka Som-Na-Nye Mo-Da-Na-Ya Sa-Ba-Ha

Ma-Ha-Ra Gu-Ta Da-Ra-Ya Sa-Ba-Ha
Ba-Ma-Sa Gan-Ta I-Sa-Shi Che-Da Ga-Rin-Na I-Na-Ya Sa-Ba-Ha
Mya-Ga-Ra Jal-Ma Ni-Ba Sa-Na-Ya Sa-Ba-Ha
Na-Mo-Ra Da-Na-Da-Ra Ya-Ya
Na-Mak Ar-Ya Ba-Ro Gi-Je Sae-Ba-Ra-Ya Sa-Ba-Ha

Vietnamese

Nam Mô Hắc Ra Đát Na Đá Ra Dạ Da
Nam Mô A Rị Da Bà Lô Yết Đế Thước Bát Ra Da
Bồ Đề Tát Đỏa Bà Da, Ma Ha Tát Đỏa Bà Da, Ma Ha Ca Lô Ni Ca Da

Án Tát Bàn Ra Phạt Duệ Số Đát Na Đát Tỏa
Nam Mô Tất Kiết Lật Đỏa Y Mông A Rị Da Bà Lô Kiết Đế Thất Phật Ra Lăng Đà Bà
Nam Mô Na Ra Cẩn Trì Hê Rị Ma Ha Bàn Đa Sa Mế
Tát Bà A Tha Đậu Du Bằng A Thệ Dựng
Tát Bà Tát Đa, Na Ma Bà Dà, Ma Phạt Đạt Đậu

Đát Điệt Tha
Án. A Bà Lô Hê Lô Ca Đế Ca Ra Đế Di Hê Rị, Ma Ha Bồ Đề Tát Đỏa
Tát Bà Tát Bà, Ma Ra Ma Ra
Ma Hê Ma Hê Rị Đà Dựng, Cu Lô Cu Lô Yết Mông

Độ Lô Đồ Lô Phạt Xà Da Đế, Ma Ha Phạt Xà Da Đế
Đà Ra Đà Ra, Địa Rị Ni, Thất Phật Ra Da
Giá Ra Giá Ra Mạ Mạ Phạt Ma Ra, Mục Đế Lệ
Y Hê Di Hê, Thất Na Thất Na A Ra Sâm Phật Ra Xá Lợi
Phạt Sa Phạt Sâm, Phật Ra Xá Da

Hô Lô Hô Lô Ma Ra, Hô Lô Hô Lô Hê Rị
Ta Ra Ta Ra, Tất Rị Tất Rị, Tô Rô Tô Rô
Bồ Đề Dạ Bồ Đề Dạ, Bồ Đà Dạ Bồ Đà Dạ

Di Đế Rị Dạ, Na Ra Cẩn Trì, Địa Rị Sắc Ni Na Bà Dạ Ma Na Ta Bà Ha
Tất Đà Dạ Ta Bà Ha
Ma Ha Tất Đà Dạ Ta Bà Ha
Tất Đà Dũ Nghệ Thất Bàn Ra Dạ Ta Bà Ha

Na Ra Cẩn Trì Ta Bà Ha, Ma Ra Na Ra Ta Bà Ha
Tất Ra Tăng A Mục Khê Da Ta Bà Ha
Ta Bà Ma Ha A Tất Đà Dạ Ta Bà Ha
Giả Kiết Ra A Tất Đà Dạ Ta Bà Ha
Ba Đà Ma Kiết Tất Đà Dạ Ta Bà Ha

Na Ra Cẩn Trì Bàn Đà Ra Dạ Ta Bà Ha
Ma Bà Rị Thắng Yết Ra Dạ Ta Bà Ha
Nam Mô Hắc Ra Đát Na Đa Ra Dạ Da
Nam Mô A Rị Da Bà Lô Kiết Đế Thước Bàn Ra Dạ Ta Bà Ha
Án. Tất Điện Đô Mạn Đà Ra Bạt Đà Gia Ta Bà Ha.


Hanzi / Kanji

南無喝囉怛那。哆囉夜耶。
南無阿唎耶。婆盧羯帝。爍缽囉耶。
菩提薩埵婆耶。摩訶薩埵婆耶。摩訶迦盧尼迦耶。

唵。薩皤囉罰曳。數怛那怛寫
南無悉吉栗埵。伊蒙阿唎耶。婆盧吉帝。室佛囉楞馱婆。
南無那囉謹墀。醯唎摩訶。皤哆沙咩。
薩婆阿他。豆輸朋。阿逝孕。
薩婆薩哆。那摩婆薩多。那摩婆伽摩罰特豆。

怛姪他。
唵。阿婆盧醯。盧迦帝。迦羅帝。夷醯唎。摩訶菩提薩埵。
薩婆薩婆。摩囉摩囉。
摩醯摩醯唎馱孕。俱盧俱盧羯蒙。

度盧度盧。罰闍耶帝。摩訶罰闍耶帝。
陀囉陀囉。地唎尼。室佛囉耶。
遮囉遮囉。麼麼罰摩囉。穆帝隸。
伊醯伊醯。室那室那。阿囉參。佛囉舍利。
罰沙罰參。佛囉舍耶。

呼盧呼盧摩囉。呼盧呼盧醯利。
娑囉娑囉。悉唎悉唎。蘇嚧蘇嚧。
菩提夜。菩提夜。菩馱夜。菩馱夜。

彌帝唎夜。那囉謹墀。地利瑟尼那。婆夜摩那。娑婆訶。
悉陀夜。娑婆訶。
摩訶悉陀夜。娑婆訶。
悉陀喻藝。室皤囉夜。娑婆訶。

那囉謹墀。娑婆訶。摩囉那囉。娑婆訶。
悉囉僧阿穆佉耶。娑婆訶。
娑婆摩訶阿悉陀夜。娑婆訶。
者吉囉阿悉陀夜。娑婆訶。
波陀摩羯悉哆夜。娑婆訶。

那囉謹墀。皤伽囉耶。娑婆訶。
摩婆利勝羯囉夜。娑婆訶。
南無喝囉怛那哆囉夜耶。
南無阿利耶。婆羅吉帝。爍皤囉夜。娑婆訶。
唵。悉殿都。漫多囉。跋陀耶。娑婆訶。


English (Translation)

Adoration of the triple Gem.
Adoration to the noble Lord who looks down,
The enlightened sentient being, the great being, the merciful one!

Oneness with all saints and their righteous doctrine
After the adoration to that noble Avalokiteśvarā of the Mercy Land
I Offer my respectful obeisances to the virtuous supreme lord who emits great brilliance light
All sentient beings are without attachment and in undefeatable purity in all things.
Adoration to the joyful being, adoration to the joyful virgin who served by all heavenly beings.

Like this:
Oneness (Om) with/adoration to the seer (avalokite) of the world whose compassionate heart.
The great sentient enlightened being.
All, all, are garland (immaculate), garland (immaculate)
Great liberated heart, accomplish, accomplish the Karma

Liberate, liberate; the victorious one, the great victorious one
Hold on, hold on the brave freedom
Lead, lead to my immaculate liberation
Come, come; Fulfil the pledge, the pledge; the admantine king of awakening.
Who rules, rules the peace.

Purify, purify personification of delusions, purify, purify the heart
Firm, firm ; brave, brave ; wonder form, wonder form.
Enlightenment, enlightenment, the enlightened one, the enlightened one.

The benevolent, virtuous one, success in power and fame.
Success in benevolence.
Success in great benevolence.
Success in achieving freedom through union

Success in virtures, Success in immaculate joy
Incomparable success in ultima convincing speech
Incomparable success in all profound meaning.
Incomparable success in turning the wheel.
Success in the red lotus deed.

Success in becoming a virtuous Blessed one.
Success in own prestige nature
Refuge in the Triple Gem.
Take refuge in the success of noble Avalokiteśvarā
Oneness (Om) with the success of achieving these invocation verses!


Indonesian (Translation)

Aku berlindung kepada Tri-Ratna
Aku berlindung kepada yang melihat dunia dengan welas asih
Di dalam makhluk agung yang telah mencapai penerangan, di dalam yang penuh Welas Asih dan Kasih Sayang

Om di dalam perlindungan yang tidak merasa takut dan gentar
Semoga aku dapat berlidung di dalam Yang Maha Esa
Aku berlindung kepada-Mu, di dalam kewelas-asihan
Yang penuh dengan pergertian dari semua cara dan jalan,
Yang Suci yang membuat semua makhluk berupaya dan menyucikan semua alam kehidupan

Kepada-Nya:
Om Yang Maha Esa, Yang Transcenden di dunia
Oh, Hari makhluk agung yang terang!
Semuanya semuanya dari lingkaran bunga
Inti dari dunia! Buatlah sukses! Sukses!

Pekik kemenangan yang sukses! Maha besar! Pekik kemenangan!
Berdirilah! Berdirilah dengan tegak! Oh indra!
Bergeraklah! Bergeraklah! Bebaskan saya dari gangguan pikiran!
Datanglah! Datanglah! Dengarlah! Dengarlah!
Sukacita yang timbul, Berbicaralah! Berbicaralah!

Berilah seruan!
Suara-suara untuk permohonan di dalam doa
Bangkit! Bangkit!

Oh! Yang penuh dengan kasih! Dia yang patut didombakan
Kepada yang tak gentar, Svaha!
Kepada yang penuh kekuatan, Svaha!
Kepada yang penuh kekuatan maha besar, Svaha!
Kepada yang penuh kekuatan dari kesatuan, Svaha!

Kepada yang agung, Svaha!
Kepada yang kelihatan berwajah seram, Svaha!
Kepada yang berwajah singa, Svaha!
Kepada semua yang memiliki kekuatan besar, Svaha!
Kepada yang memiliki kekuatan Chakra, Svaha!
Kepada yang memegang teratai, Svaha!

Kepada yang agung, Svaha!
Kepada Yang Maha Esa dan yang memberkati, Svaha!
Aku berlindung kepada TriRatna
Aku berlindung kepada Yang Maha Esa, Svaha!
Om, semoga hasil dari mantra ini terlaksana.

membaca Mantra Ta Pei Chou, minimal 1000 kali, baru akan membawa hasil.

10 manfaat dari membaca Ta Pei Cou (Maha Karuna Dharani):
1. Dapat membuat hati kita lebih damai dan pikiran lebih jernih & terang.
Contohnya bila hati kita sedang gundah/gelisah karena tidak dapat memecahkan masalah, bacalah Ta Pei Cou dengan penuh keyakinan & ketulusan. Cobalah dan rasakan setelah pembacaan Ta Pei Cou hati kita menjadi lebih tenang dan kita akan lebih mudah menyelesaikan masalah yg kita hadapi.
2. Dapat menghilangkan segala penyakit batin.
Contohnya bila hati kita sering iri hati, serakah,terkena guna2,dsb, bacalah Ta Pei Cou dengan tulus secara terus menerus serta melimpahkannya kepada semua makhluk, maka perlahan-lahan pikiran2 buruk kita akan berubah (iri hati menjadi simpati, serakah menjadi gemar beramal) dan kita bisa sembuh dari guna2.
3. Membuat kita lebih panjang umur.
Contohnya bila kita percaya dan penuh keyakinan selalu membaca Ta Pei Cou, maka jiwa, pikiran dan hidup kita menjadi lebih tenang sehingga akhirnya kitapun hidup lebih panjang umur.
4. Wajah kita selalu memancarkan kebahagiaan sehingga rejeki lebih lancar.
Contohnya jika rajin membaca Ta Pei Cou maka kebahagiaan akan selalu menyertai kita dan pancaran wajah kita akan berseri-seri. Misalnya anda punya toko. Jika anda membuka toko dengan wajah berseri-seri, maka pelanggan/pembeli yg anda temui akan menyukai, percaya dan merasa nyaman berbelanja di tempat anda sehingga akhirnya rejeki yg datang pada diri anda menjadi lebih lancar.
5. Dapat mengurangi karma buruk yg kita perbuat di masa lampau.
Contohnya di kehidupan lampau kita sering mencuri barang milik orang lain sehingga mengakibatkan kita hidup miskin & susah. Untuk mengurangi karma buruk kita tsb, selain rajin berdana, perbanyaklah membaca Ta Pei Cou sehingga lambat laun karma buruk kita berkurang dan keberuntungan menyertai kita.
6. Dapat mengurangi hambatan.
Contohnya sewaktu kecil kita seing menyakiti/membunuh binatang karena ketidaktahuan sehingga setelah dewasa seringkali banyak hambatan dlm hidup kita. Jika tekun membaca Ta Pei Cou dengan tulus maka segala hambatan satu per satu akan sirna/berlalu dari kehidupan kita.
7. Dapat membuka Prajna (kebijaksanaan) untuk lebih mengerti Dharma.
Contohnya bila daya ingat kita kurang atau sulit untuk menghafal suatu pelajaran maka dengan membaca Ta Pei Cou daya ingatan kita akan menjadi lebih kuat sehingga tidak akan kesulitan untuk mengingat/menghafal.
8. Dapat menimbulkan Bodhicitta sehingga keyakinan kita terhadap Triratna akan menjadi lebih kokoh.
Contohnya bila kita mengalami banyak masalah dan kehilangan kepercayaan diri serta lari dari keyakinan kita maka kita akan mudah terbujuk rayuan dan akhirnya meragukan Dharma. Jika rajin membaca Ta Pei Cou maka masalah sebesar apapun tidak akan mampu menerobos benteng pertahanan keyakinan kita.
9. Dapat terhindar dari rasa ketakutan yg berlebihan dan terhindar dari segala bencana yg akan menimpa.
Contohnya jika kita takut akan kegagalan hidup, dengan membaca Ta Pei Cou kerisauan kita akan suatu masalah yg belum kita hadapi akan hilang. Jika mengalami suatu musibah/bencana (kebakaran, banjir,dll) maka kita akan terhindar dari bencana kemalangan tersebut.
10. Setelah meninggal dunia akan dijemput oleh para Buddha dan Bodhisattva ke surga (tanah suci).

Tambahan:
Dengan banyak membaca Ta Pei Cou, di atas kepala kita akan ada Dewa Pelindung (Kui Jin) yg akan melindungi kita dari segala macam mara bahaya dan kesulitan hidup. Pembacaan Ta Pei Cou disertai pemercikan air tirta akan membawa banyak manfaat bagi makhluk yg tak terlihat, terutama bagi makhluk2 yg ganas, dengan air tirta mereka tidak lagi menjadi ganas.

Bodhisattva Avalokitesvara (Kuan Yin Pu Sa) dengan tekad sucinya bersabda:
1. Kalau ada makhluk hidup yg selalu membaca "Maha Karuna Dharani", maka manfaat yg didapat akan terlahir di Surga Barat atau Surga Sukhavati.
2. Jika ada makhluk hidup dengan penuh ketulusan membaca "Maha Karuna Dharani" namun permintaannya tidak terpenuhi, maka Aku tidaklah dapat mencapai Samyak Sambodhi
3. Jika ada makhluk hidup dengan penuh ketulusan membaca "Maha Karuna Dharani" namun tidak bisa menghilangkan kekotoran batin, maka Aku tidaklah dapat mencapai Samyak Sambodhi.


pengalaman teman :

Mantra Ta Pei Cou bisa memusnahkan guna-guna/santet dll

Sy ada 1 pengalaman ttg guna2x/santet kira2x pd th 1993.
Teman cewek dr teman sy pernah diguna-guna/santet sampe gila sjk th 1988-1993 (+/- 5 th gila). Keluarganya sdh cari ke dukun/paranormal dllnya slm kurun waktu itu & tdk ada satupun yg bs menyembuhkan cewek itu.
Pd th 1993 teman sy mulai mendlmi Buddhisme, suatu hr di th 1993 dia mendengar ttg penjelasan kegunaan Ta Pei Cou, stlh itu dia membc Ta Pei Cou sebyk 49x dgn mengikat simpul mati pd benang 5 warna sebyk 49 simpul. Stlh itu benang 5 warna yg udah dibc Ta Pei Cou sebyk 49x dgn 49 simpul itu dikalungkan kpd teman ceweknya yg tlh gila 5 th itu, & keajaiban terjd, teman ceweknya sembuh dr gila pd keesokkan harinya.
Orangtua si cewek menanyakan kpdnya apa yg terjd, si cewek menjwb bhw dia spt terbw ke alam para jin dlm kurun waktu ttt, & scr tiba2x dia melht Kuan Im Phu Sa melayang diangkasa sambil memercikkan air suci kpdnya, akhirnya dia terlepas dari alam jin.
Dari pengalaman ini anda-anda bs melihat betapa dahsyatnya kekuatan Ta Pei Cou.

Perlu anda ketahui bhw kegunaan Ta Pei Cou itu byk sekali spt :
- menangkal guna-guna/santet, ilmu hitam
- menawarkan racun binatang (ular, lipan, dll)
- menambah rejeki, menolak bala
- mengharmoniskan keluarga yg suka ribut (pengasihan)
- dll ----> 1001 macam kegunaan
Ta Pei Cou ada 3 versi yaitu :
1. Versi Panjang, mungkin anda semua sdh tahu.
2. Versi Sedang, hanya ada di Tantrayana umum.
3. Versi Pendek, hanya ada di Tantra Satya Buddha.
Kekuatan Ta Pei Cou adlh tak terbatas, jika anda membc Ta Pei Cou utk memberkati sesuatu, misalnya air ataupun yg lainnya, mk kekuatan dr Ta Pei Cou akan "menempel" pd objek tersbt dlm kurun waktu yg lama sekali, selama objek tsb msh ada wujud.
Yg plg penting diingat adlh stp permohonan yg baik dan wajar dgn menggunakan kekuatan Ta Pei Cou pasti akan terkabul, krn penjaminnya adlh Kuan Im Phu Sak ber-Tangan&Mata 1000 dan Amitabha Buddha beserta 32 wujud manisfestasi dr Kuan Im Phu Sa.
Setiap pembaca Ta Pei Cou akan selalu dilindungi dan diberkati oleh 84 makhluk suci antara lain : Buddha, Bodhisattva, Pacceka Buddha, Arahat, Dewa Vajra, Dewa Brahma, Dewa-dewa lainnya serta 8 jenis makhluk pelindung (Thien Lung Pak Pu).
Semoga tulisan ini bermanfaat bg anda, dan semoga anda mempunyai keyakinan yg teguh thd Ta Pei Cou.