.

.

Pages

Thursday, July 05, 2012

Pesan Lao Tse

Setelah mengetahui bahwa pembimbingnya, Chang Cong, sakit keras, Lao Tzu mengunjunginya. Terlihat jelas bahwa Chang Cong mendekati akhir hidupnya.

"Guru, apakah Guru mempunyai kata-kata bijak terakhir untukku?" Kata Lao Tzu kepadanya.

"Sekalipun kamu tidak bertanya, aku pasti akan mengatakan sesuatu kepadamu." Jawab Chang Cong.

"Apa itu?" Tanya Lao Tzu

"Kamu harus turun dari keretamu bila kamu melewati kota kelahiranmu." Kata Chang Cong

"Ya Guru. Ini berarti orang tidak boleh melupakan asalnya." Kata Lao Tzu

"Bila kamu melihat pohon yang tinggi, kamu harus maju dan mengaguminya." Ucap Chang Cong

"Ya, Guru. Ini berarti saya harus menghormati orang yang lebih tua." Kata Lao Tzu

"Sekarang, lihat dan katakan apakah kamu dapat melihat lidahku," kata Chang Cong, menundukkan dagunya dengan susah payah.

"Ya." Jawab Lao Tzu

"Apakah kamu melihat gigiku?" Tanya Chang Cong

"Tidak. Tak ada gigi yang tersisa." Jawab Lao Tzu

"Kamu tahu kenapa?" Tanya Chang Cong

"Aku rasa," kata Lao Tzu setelah berpikir sejenak, "Lidah tetap ada karena lunak. Gigi rontok karena mereka keras. Benar tidak?"

"Ya, anakku," angguk Chang Cong. "Itulah kebijaksanaan di dunia. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk di ajarkan kepadamu."

Di kemudian hari, Lao Tzu mengatakan : "Tidak ada sesuatu pun di dunia yang selunak air. Namun tidak ada yang mengunggulinya dalam mengalahkan yang keras. Yang lunak mengalahkan yang keras dan yang lembut mengalahkan yang kuat. Setiap orang tahu itu, tapi sedikit saja yang mempraktekkan."

Keterangan :

Lao Tzu adalah ahli filsafat China yang sangat populer dan pendiri Taoisme. Lao Tzu juga pengarang buku Dao De Jing (Di baca "Tao Te Cing") yang sangat terkenal. Lao Tzu hidup sezaman dan berteman baik dengan Confucius (Kong Hu Cu).

Pesan Cerita :

Kadang kala kita sering ego dan mau menang sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan dan interaksi sosial dalam kehidupan kita sehari-hari.


No comments: