.

.

Pages

Tuesday, March 11, 2014

Manfaat Melatih Meditasi Metta

Diṭṭhiñca anupagamma, sīlavā dassanena sampanno,
kāmesu vineyya gedhaṁ, na hi jātu gabbhaseyyaṁ punaretī’ti

Ia yang mengembangkan mettā, tak berpandangan salah, teguh dalam sīla dan berpengetahuan sempurna, dan melenyapkan kesenangan nafsu indria, tidak akan lahir dalam rahim lagi.
(Mettā Sutta, Khuddaka Nikāya)

Menurut Visuddhi Magga, sebelum kita memulai latihan meditasi, kita harus merenungkan akibat dari melakukan kejahatan, kebencian, dan berkah dari mempraktikkan cinta kasih. Selama orang itu belum menyadari akibat dari melakukan perbuatan jahat, selama itu pula ia belum dapat mengatasi kejahatan itu. Demikian pula tidak ada seorang pun yang dapat mencapai keadaan pikiran yang luhur sebelum ia mengerti akan keberkahannya.

Jika kebencian dibalas dengan kebencian, maka pikiran menjadi terjerat dalam kebencian dan orang akan melakukan perbuatan yang jahat, sehingga hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mempedulikan kesejahteraan orang lain. Karena itu kebencian harus dilenyapkan, dan pikiran yang jahat pada saat muncul harus dicegah untuk tidak muncul. Dengan demikian jelaslah bahwa pikiran harus dijaga, diperhatikan dan dikembangkan ke arah yang baik. Hanya dengan demikian cinta kasih dan belas kasihan dalam batin kita dapat ditumbuhkembangkan.

Dalam mengawali latihan meditasi cinta kasih, seseorang dapat melakukannya dengan melafalkan kalimat peresapan cinta kasih yang diawali dari diri sendiri terlebih dahulu seperti mengucapkan; semoga aku berbahagia, bebas dari derita, bebas dari mendengki, bebas dari menyakiti, bebas dari derita jasmani dan batin, semoga aku dapat menjalankan hidup dengan bahagia. Selanjutnya memancarkan mettā kepada orang-orang yang kita hormati, orang yang sangat disayangi, teman-teman, musuh-musuh kita serta kepada semua makhluk. Dengan berkata di dalam batin semoga semua makhluk berbahagia, bebas dari derita, bebas dari mendengki, bebas dari menyakiti, bebas dari derita jasmani dan batin. Semoga mereka dapat menjalankan hidup dengan bahagia.

Dalam kitab komentar Visuddhi Magga dijelaskan bahwa praktik meditasi mettā itu (bagi pemula) tidak boleh dimulai dengan empat kelompok orang ini. Cinta kasih adalah menginginkan agar semua makhluk selalu berbahagia.

1. Orang yang kita sukai
2. Orang yang sangat kita cintai
3. Orang netral seperti; kenalankenalan atau mereka yang bukannya kita cintai namun bukan pula kita benci.
4. Orang yang kita benci

Mengapa hal ini tidak boleh kita lakukan? Karena sungguh sulit untuk mengembangkan mettā kepada orang-orang ini.

1. Jika kita mulai mempraktikkan meditasi mettā terhadap seseorang yang kita sukai, misalnya, kekasih kita, maka kita akan dikuasai oleh nafsu (nafsu birahi), sehingga pikiran kita akan menghayal kepada bentuk-bentuk nafsu yang bermunculan, dengan demikian pikiran menjadi tidak konsentrasi.

2. Jika kita memulai mempraktikkan meditasi mettā kepada orang yang kita cintai, seperti orangtua kita, mungkin kita akan merasa tidak bahagia jika kita ingat penderitaan orang tua kita. Hal ini akan menyebabkan air mata akan keluar menetes. Maka kita akan kesulitan untuk mengembangkan mettā.

3. Jika kita mengembangkan meditasi mettā kepada orang-orang netral seperti; orang yang baru kita kenal atau kita jumpai dan mencoba menaruh di tempat orang yang kita cintai, maka kita akan sulit untuk mengembangkan mettā. Kita akan merasa lelah. Sekali lagi pengembangan mettā akan terhalang.

4. Jika kita memancarkan mettā kepada orang yang kita benci, maka pikiran akan menimbulkan kebencian. Inilah alasannya mengapa meditasi pengembangan mettā untuk tahap pemula tidak boleh dikembangakan terhadap empat orang ini.

Dalam petikan Aṅguttara Nikāya Sang Buddha mejelaskan kepada para bhikkhu: ”Oh para bhikkhu, pembebasan pikiran dengan cinta kasih dikembangkan dan ditumbuhkan, sering berlatih, dijadikan kendaraan dan landasan seseorang, ditegakkan dengan mantap disatukan dan dijalankan dengan tepat, maka sebelas berkah bisa diharapkan. Apakah yang sebelas itu?

1. Dia akan tidur dengan nyenyak. Sebelum kita terlelap kadangkadang pikiran kita berkelana, gelisah dan kita sulit untuk tidur pada saat itu. Kita dapat mencoba memancarkan mettā dan hal ini dapat memudahkan kita untuk dapat tidur;
2. Dia akan merasa bahagia pada saat bangun tidur tanpa merasa ngantuk, pusing;
3. Dia akan tidur tanpa diganggu oleh mimpi buruk;
4. Dia akan disayangi oleh orang lain, setiap orang mencintainya;
5. Dia akan disayangi makhluk lain, seperti raksasa pria maupun wanita dan lain-lain;
6. Dia akan dijaga oleh para dewa. Jika kita membagi mettā dengan mereka, mereka juga dengan senang hati melindungi dan menjaga kita;
7. Dia akan aman dan tidak dicelakai oleh api, racun dan pedang serta terhindar dari bahaya;
8. Pikiran akan mudah untuk berkonsentrasi. Setiap hari sebelum kita duduk bermeditasi, kita seharusnya memancarkan mettā selama sepuluh menit sampai dengan lima belas menit sebagai meditasi pendahuluan, sehari sekali sudah cukup dan biasanya dilakukan pertama kali di pagi hari. Meditasi mettā harus melafalkan mettā bhavanā, maka pikiran akan menjadi tenang;
9. Wajahnya akan terlihat bersih, cerah dan tenang;
10. Dia yang memancarkan mettā akan meninggal dengan pikiran yang tidak mengalami kebingungan, jika pada saat mengalami kematian seseorang dapat memancarkan mettā, maka dia akan meninggal dengan tenang dan damai;
11. Jika seseorang menyadari bahwa tidak ada lagi yang ingin dia capai dalam hidup ini, dia akan terlahir di alam brahma pada kehidupan mendatang.

Demikianlah manfaat yang kita peroleh dengan mempraktikkan meditasi mettā. Maka dari itu kita sebagai umat Buddha hendaknya kita selalu mempraktikkan meditasi cinta kasih dalam kehidupan kita sehari-hari, agar nantinya cinta kasih yang ada dalam batin kita dapat berkembang dengan baik. Semoga kita dapat mempraktikkan meditasi mettā sesuai dengan ajaran Sang Buddha. Semoga praktik mettā yang kita kembangkan dapat memperoleh kebahagiaan bagi kita dan semua makhluk.

Anggun C.Sasmi : Agama Buddha Itu Sederhana

agama anggun c sasmi
Masa kecil dan karir di Indonesia 
Anggun merupakan putri dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia, dengan Dien Herdina, sorang ibu rumah tangga berdarah Keraton Yogyakarta. Anggun menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah Katolik di Jakarta, walaupun Anggun adalah Muslim. Anggun hidup dalam keluarga yang penuh seni. Sejak usia 7 tahun Anggun digembleng latihan vokal setiap hari oleh ayahnya. Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Ibunya kemudian bertindak sebagai manajer dan bertugas menerima order menyanyi untuk Anggun. Pada usia 9 tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekan album anak-anak.
Karir Internasional 
Anggun memulai karir intenasionalnya di usia 19 tahun pada tahun 1994. Setelah menjual perusahaan rekamannya dan meninggalkan segala popularitas yang dimilikinya di Indonesia. kemudain Anggun menetap di London, Inggris selama setahun. Lama-kelamaan Anggun sadar bahwa karirnya takkan berkembang di inggris akhirnya anggun memutuskan untuk berhijrah ke Belanda, dimana banyak orang Indonesiayang menetap. Namun Di perjalanan menuju Belanda, Anggun singgah dulu di Paris, Perancis, kampung halaman suaminya, Michel de Ghea. kemudian, Anggun akhirnya membatalkan niatnya ke Belanda lalu menetap dan memulai karir di Perancis.

Pada tahun 1996, akhirnya Anggun berhasil bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menangani album sejumlah penyanyi terkenal seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman, Jhonny Hallyday dan lainnya. Benzi pun terpikat oleh kemampuan vokal Anggun, dan menawarkannya rekaman album solo di Perancis. Setelah mempelajari bahasa Perancis di Alliance Français selama sebulan, Anggun dan Benzi mulai membuat rekaman album.
Setelah rekaman itu selesai, Sony MusicFrance pun tertarik dan merekrut Anggun sebagai artis rekaman mereka. Tidak hanya itu, Anggun pun dikontrak dalam 2 album, yaitu album berbahasa Perancis dan album berbahasa Inggris.
24 Juni 1997 merupakan tanggal keramat bagi Anggun ketika album pertamanya Au Nom de la Lune (Atas Nama Bulan) dilepas ke pasaran Perancis. Single pertama Anggun, “La Neige au Sahara”, mendapat tempat di hati peminat musik Perancis bahkan hingga Belgia, Swiss, dan Kanada. Single ini tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio-radio Perancis tahun 1997 dan menjadi salah satu Hit Summer ’97. Album yang memuat elemen pop ditambah bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia(tambur, seruling, kemiri) ini berhasil mereguk sukses dengan penjualan lebih dari 150.000 kopi di Perancis, menjadikannya seorang artis berbangsa Indonesiapertama yang berhasil meletakkan nama sejajar dengan artis-artis Perancis yang ada.
Tahun berikutnya, Anggun meluncurkan album berbahasa Inggris pertamanya, Snow on the Sahara. Album ini dirilis di lebih dari 33 negara di Eropa, Asia, dan Amerika. Khusus untuk Jepang, Indonesia dan Malaysia, album ini dirilis dalam edisi spesial bertajuk Anggun (Di Indonesia disertai dengan single berjudul “Kembali”). Single Snow on the Sahara pun seketika menjadi hits besar. Single ini melayang hampir seluruh tangga lagu di Eropa sepanjang 1998 hingga 1999. Single ini sempat mencapai posisi 1 di Italia, Spanyol dan beberapa negara di kawasan Asia Timur. Di Eropa, single ini bahkan berhasil menduduki Top 5 pada UK Club Charts, Inggris.
Di Amerika Serikat, Snow on the Sahara dirilis pada Mei, 1998 oleh Epick Record. Anggun berhasil membuat sejarah dengan menjadi artis Asia pertama yang menembus tangga lagu Billboard di posisi #16 (disusul 7 tahun kemudian oleh Utada Hikaru). Sementara album Snow on the Sahara sendiri berada di posisi #23 Billboard Heat Seekers Charts.
Album Snow on the Sahara telah sukses meraih sejumlah platinum di beberapa negara dengan total penjualannya melebihi angka 1 juta kopi di seluruh dunia, menjadikan Anggun sebagai artis Asia dengan penjualan album paling tinggi di luar Asia (rekor yang masih dipegang Anggun hingga saat ini). Snow on theSahara juga menjadi album tersukses Anggun sepanjang karirnya.
Belajar Agama Buddha 
Anggun sejak beberapa tahun lalu telah tertarik untuk mempelajari ajaran Buddha, selain agama yang pernah diajarkan pada dirinya selama ini.
“Bapak pernah bilang, agama itu harus pilih sendiri. Bukan karena disuruh “. “Aku membaca banyak topik. Agama Buddha misalnya. Aku adalah seorang muslim namun aku bersekolah di sekolah Katolik. Orang tuaku memberikanku kebebasan untuk memilih agama apapun. Dan sekarang, ketika semua teman-teman Perancisku beragama Buddha, aku juga mencoba untuk mempelajarinya. Buku-buku mengajarkanku untuk mendengarkan hati nuraniku” jelas Anggun pada The Jakarta Post.
Ketika ditanya bagaimana ia memandang hidup, Anggun menjawab ” Sekarang aku senang dapat sungguh-sungguh mempelajari Agama Buddha. Aku telah bercakap-cakap dengan orang yang beragama Buddha dan engkau tahu, agama Buddha sebenarnya sangat sederhana, cintai dirimu sehingga engkau dapat mencintai orang lain, itulah intinya.”
Bagi Anggun agama Buddha telah secara nyata memberikannya pemahaman yang benar mengenai makna kehidupan. Ketika ditanya siapa tokoh dalam Buddhisme yang dipujanya, Anggun dengan tegas mengatakan : orang itu adalah Pangeran Siddharta.

Monday, April 01, 2013

Makin Banyak Dokter Anjurkan Meditasi

Kini semakin banyak dokter yang tidak hanya mengandalkan obat farmasi untuk kesembuhan pasiennya, tetapi juga terapi komplementer seperti yoga atau meditasi. Data di Amerika Serikat menunjukkan, 3 persen pasien di sana melakukan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa karena rekomendasi dokternya.

Pada tahun 2007, 38 persen orang Amerika menggunakan pengobatan altenatif dan komplementer. Terapi keseimbangan tubuh dan jiwa, seperti yoga atau tai chi yang mulai dikenal tahun 2002, saat ini mengalami kenaikan popularitas hingga 75 persen.

Setelah disurvei, ternyata lebih dari 3 persen orang melakukan terapi atas anjuran dokternya. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan National Health Interview Survey tahun 2007 terhadap 23.000 rumah tangga.

Hasil survei menunjukkan 6,3 juta penduduk menggunakan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa berdasarkan rekomendasi dokternya dan 34,8 persen melakukannya atas inisiatif sendiri. Kelompok yang mengikuti saran dokter itu pada umumnya memiliki kesehatan yang lebih buruk.

“Para dokter itu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi komplementer sebagai upaya terakhir saat terapi konvensional gagal. Karena itu, kami menduga, jika terapi komplementer itu dilakukan sejak awal, mungkin hasilnya lebih baik,” kata Dr. Aditi Nerurkar dari Harvard Medical School yang melakukan riset ini.
Kecenderungan yang sama juga bisa dilihat di perkotaan Indonesia. Meski belum dianjurkan dokter, terapi komplementer seperti yoga atau meditasi kini makin mudah ditemukan, bahkan termasuk dalam program di pusat-pusat kebugaran.

Menurut dr. Surjo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terapi semacam meditasi dianjurkan kepada pasien bukan untuk mengobati pasien. “Tujuannya adalah mengurangi stres akibat penyakit yang diderita. Ketika stres berkurang, kekebalan tubuh akan meningkat sehingga diharapkan penyakitnya lebih cepat sembuh,” katanya yang ditemui beberapa waktu lalu.
 
"Accurate" Health Center Medan adalah pusat pengobatan holistik yang terdiri dari terapi psikologi, hipnoterapi, meditasi, konseling psikologi akan membantu anda mengobati penyakit pada diri anda. Di samping itu, pengobatan di "Accurate" Health Center memiliki pengobatan alternatif, seperti akupunktur, terapi pijat, fisioterapi, refleksi kaki, ramuan tradisional untuk membantu anda melengkapi proses penyembuhan yaitu dengan memperbaiki sistem syaraf dan melancarkan aliran darah. 

"Accurate" Health Center Medan merupakan pengobatan tanpa efek samping, efektif, alamiah dan  cepat khasiatnya.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com

Jason Young: Dari Aktor Jadi Bhikkhu

Pada akhir tahun 2012, publik Thailand dikejutkan oleh berita bahwa Jason Young telah ditabhiskan menjadi seorang bhikkhu. Anda mungkin penasaran siapakah sosok Jason Young sebenarnya? Mengapa dia begitu populer dan orang-orang Thailand begitu tertarik kepadanya? Berikut ini profilnya.

Jason Young adalah seorang penyanyi dan aktor Thailand keturunan Australia yang beragama Buddha. Pria kelahiran 31 Januari 1980 ini merupakan lulusan Columbia University, Hollywood, AS di bidang produksi film dan televisi.

Pertama kalinya dia memasuki industri hiburan dengan menjadi model di salah satu majalah fashion. Dia juga merupakan mantan pemain sepakbola dari klub Ganges River.

Berbicara mengenai kehidupan pribadinya, dia telah bertunangan dengan seorang wanita keturunan Thailand-India, Darika Chokota, pada tanggal 25 Maret 2012 lalu. Namun, tiga bulan setelah bertunangan Jason memutuskan untuk memasuki dunia kebhikkhuan dengan tujuan untuk berbuat baik demi kedua orangtuanya yang telah meninggal pada tanggal 1 April 2012. Padahal, Jason dan Darika telah berencana akan melangsungkan pernikahan pada akhir tahun.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa Jason akan menjadi bhikkhu. Dia sering muncul di layar kaca dan film dengan karakter sebagai penjahat. Ya, kebanyakan orang hanya menilai dari apa yang terlihat di luar, tidak melihat ke dalam.

Banyak juga anggapan, Jason terlihat seperti seorang playboy penggila pesta. Tetapi siapa yang tahu bahwa ternyata dia suka bermeditasi dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ajaran Buddha.
Buddha adalah sosok inspiratif bagi Jason dalam mempraktekkan meditasi. Dalam kesehariannya ketika masih menjadi umat awam, dia kadang tidak mempunyai waktu untuk bermeditasi, namun sekarang dia telah menemukan jalannya sebagai bhikkhu, dan inilah tujuan hidupnya.

Tuesday, February 26, 2013

10 Sikap Hidup Bahagia

 1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yg blum tentu terjadi,
kebanyakan hal-hal yg Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi !
It's all only in your mind.

2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN BATIN, BUANGLAH !!

3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yg Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.

5. Tidurlah Dgn Nyenyak.
Smua masalah tak perlu dibawa tidur.
Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman.

6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri u/ menangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan,
Jangan tergantung padanya.
Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini,
karna apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok.
"Be totally present"

8. Jadilah Pendengar Yg Baik.
Saat menjadi pendengar,
Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.

9.Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif.
Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dgn kegiatan2x positif.

10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah (Berpuas diri) atas hal-hal kecil yg akan membawa Anda pada hal-hal besar.
Sekecil apapun yg Anda terima,
akan menghasilkan hal-hal besar & slalu membawa Anda kpd Kebahagiaan saat Anda bersyukur.

UBAHLAH SITUASI ANDA.


 "Accurate" Health Center Medan merupakan pusat pengobatan konsultasi psikologi dan hipnoterapi akan menerapkan terapi holistik akan memberikan sajian-sajian positif dalam materi pengobatan, seperti penguatan pikirian, sugesti, motivasi, pembukaan pikiran, dsb. Di samping itu "Accurate" Health Center Medan juga dapat menyediakan terapi akupunktur, pijat maupun ramauan tradisional untuk mengobati masalah putus cinta. 

Pengobatan "Accurate" Health Center merupakan pengobatan yang aman, alami dan tanpa efek samping. Rahasia Terjamin.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com 

Monday, January 14, 2013

Presiden Barack Obama juga turut mengagumi ajaran Dhamma

Presiden Barack Obama juga turut mengagumi ajaran Dhamma

Wawancara bersama Damai Lama

Dalai Lama diwawancara, Leonardo Boff, tokoh Teologi Pembebasan Amerika Latin.

Pertanyaan (Oleh Leonardo Boff): agama apa yang terbaik ?

Saya (Leonardo Boff) kira Dalai Lama akan menjawab: "Buddhisme Tibetan"

Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatapku (Leonardo Boff) secara langsung, yang mengejutkanku, karena menyadari maksud jahat di balik pertanyaanku.

Beliau jawab :

”Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu terdekat dengan Tuhan.

Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik”

Untuk menutupi perasaan malu, karena jawaban yang sangat bijaksana, saya (Leonardo Boff) bertanya: “Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?”

Beliau jawab:

“Apapun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadapmu adalah agama terbaik”.

Saya (Leonardo Boff) terdiam sejenak, mengagumi dan bahkan sekarang memikirkan jawabannya yang bijaksana dan tak terbantahkan,

kemudian Dalai Lama berkata:

”Saya tidak tertarik temanku, tentang agamamu atau apakah kamu beragama ataupun tidak. Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas anda dan di hadapan dunia. Ingatlah, bahwa semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita."

"Hukum aksi & reaksi tidaklah semata mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antar manusia.

Jika saya bertindak dengan kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya bertindak dengan kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan. "Apa yang kakek nenek ajarkan pada kita adalah murni kebenaran. Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain. Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.”

Akhirnya dia berkata :

"Berhati hatilah akan pikiranmu karena mereka akan menjadi perkataan.

Berhati hatilah pada kata katamu karena mereka akan menjadi tindakan.

Berhati hatilah pada tindakanmu karena mereka akan menjadi kebiasaan.

Jagalah Kebiasaanmu karena mereka akan membentuk karakter mu.

Jaga Karaktermu, karena akan membentuk nasibmu dan nasibmu adalah hidupmu."

Metta (Cinta Kasih Universal)

Oleh: Yang Mulia Ajahn Sumedho

Dalam bahasa Inggris, kata “Love” sering mengacu pada “sesuatu yang saya sukai”. Misalnya, “saya suka nasi yang lembek”, “saya suka mangga yang manis”. Artinya kita memang sungguh-sungguh menyukainya. Menyukai berarti menjadi melekat kepada sesuatu, seperti makanan misalnya, yang memang benar-benar kita sukai ataupun kita nikmati.

Metta berarti Anda mengasihi musuh-musuh Anda; hal ini tidak berarti Anda menyukai musuh-musuh Anda. Jika seseorang bermaksud membunuh Anda dan Anda berkata, “Saya menyukai dia”, ini adalah suatu ketololan! Akan tetapi kita dapat mengasihi mereka, yang berarti kita dapat menjauhkan diri dari pikiran-pikiran buruk dan kedengkian, dari berbagai keinginan untuk melukai atau membinasakan mereka. Meskipun Anda mungkin tidak menyukai orang tersebut - orang celaka dan keji itu - Anda dapat tetap bersikap baik, murah hati, serta toleran terhadap mereka. Jika seorang pemabuk masuk ke dalam ruangan ini dalam keadaan kumal dan menjijikan, buruk dan berpenyakit, dan tiada suatu apapun yang menarik pada dirinya, kita mengatakan, “Saya menyukai orang ini”, tentu itu hal yang menggelikan. Tetapi seseorang biasa mengasihinya, tidak antipati, tidak terperangkap dalam reaksi atas keadaannya yang tidak menyenangkan. Itulah yang kita maksud dengan metta. Kadang-kadang terdapat hal-hal yang di dalam diri kita sendiri yang tidak kita sukai, tetapi Metta berarti tidak terperangkap di dalam pikiran-pikiran kita tersebut, sikap-sikap tersebut, problem-problem tersebut, bentuk-bentuk pikiran serta perasaan-peerasan dari batin tersebut. Dengan demikian hal ini secara langsung akan menjadi suatu latihan untuk memiliki perhatian/kesadaran.

Memiliki perhatian/kesadaran berarti memiliki Metta terhadap perasan takut yang ada di dalam batin, terhadap kemarahan, ataupun terhadap kecemburuan/keiri-hatian. Metta berarti tidak menciptakan masalah-masalah disekitar kondisi-kondisi yang ada, membiarkan mereka mereda, dan lenyap. Sebagai misal, bilamana rasa takut/cemas memenuhi batin Anda, Anda dapat memiliki Metta bagi rasa takut tersebut - yang berarti Anda tidak membangun perasan benci terhadap rasa takut itu, Anda dapat hanya menerima kehadirannya dan membiarkannya untuk berlalu dan lenyap. Anda juga dapat mengurangi rasa takut tersebut dengan memahaminya bahwa itu adalah perasaan takut yang sama seperti yang dimiliki oleh setiap orang, juga oleh binatang-binatang. Perasan takut itu bukan milikku, ia bukan suatu makhluk (suatu peribadi), ia merupakan perasaan takut yang impersonal. Kita kemudian mulai memiliki rasa belas kasihan terhadap makhluk hidup lainnya bila kita memahami penderitaan yang berkatain dengan reaksi terhadap perasan takut dalam kehidupan kita sendiri -seperti misalnya kesakitan, rasa sakit pada jasmani bila ditendang oleh seseorang. Rasa sakit tersebut persis sama seperti rasa sakit seekor anjing bilamana ia ditendang. Karena itu Anda dapat memiliki Metta terhadap rasa sakit, yang berarti suatu niat baik atau ke4sabaran untuk tidak berdiam di dalam kebencian (merasa benci/dongkol). Kita dapat bekerja dengan Metta secara internal, dengan semua masalah-masalah emosional kita; Anda berpikir, “Aku akan mengenyahkannya, hal tersebut mengerikan”. Itu berarti Anda tidak memiliki Metta bagi diri Anda sendiri bukan? Kenalilah keinginan: “untuk mengenyahkan” itu! Janganlah berdiam di dalam kebenciaan/kedongkolan terhadap kondisi-kondisi emosional yang muncul. Anda tidak harus berpura-pura untuk merasa membenarkan/menyetujui akan kesalahan-kesalahan Anda. Anda tidak usah berpikir, “Aku menyukai kesalahan-kesalahanku”.

Sebagian orang cukup tolol dengan mengatakan, “Kesalahan-kesalahanku membuat diriku menarik. Saya adalah sosok pribadi yang menarik dikarenakan oleh kelemahan-kelemahanku”. Metta tidak mengkondisikan Anda untuk mempercaia bahwa Anda menyukai sesuatu yang sama sekali tidak Anda sukai, ia hanyalah berarti untuk tidak berdiam di dalam kebencian. Adalah mudah untuk memiliki Metta terhadap sesuatu yang anda sukai - anak kecil yagn manis, orang-orang yang cakep, orang-orang yang berperilaku manis, anjing kecil, bunga yang indah - kita dapat memiliki metta terhadap diri kita sendiri bilamana kita sedang merasa senang/enak. “Sekarang saya merasa bahagia terhadap diri saya sendiri”. Bilamana semuanya berjalan lancar, kita akan mudah merasa senang/baik terhadap sesuatu yang bagus, indah, dan cantik. Pada titik ini kita bisa tersesat. Metta bukan hanya harapan-harapan atau kemauan-kemauan baik, perasaan/kenangan yang menynangkan, pikiran-pikiran berbudi baik; tetapi Metta adalah suatu hal yang bersifat praktis. Jika Anda menjadi telalu idealis, dan Anda membenci seseorang, lantas anda merasa “Aku tidak seharusnya membenci siapapun. Umat Buddha haruslah memiliki Metta bagi semua makhluk hidup. Saya seharusnya mengasihi setiap orang”.

Memiliki Metta terhadap kebenciaan yang Anda rasakan, terhadap berbagai bentuk pikiran, keirihatian, kedengkian, berarti berbaur bersama-sama secara dalami/tenang, tidak menciptakan masalah-masalah, tidak menjadikannya sulit, pun tidak menciptakan kesulitan yang timbul didalam kehidupan, didalam batin dan jasmani kita. Di London, saya biasanya menjadi sangat kalap saat berpergian dengan kereta bawah tanah. Saya dahulu membencinya, stasiun kereta bawah tanah yang mengerikan itu dengan poster-poster iklan menyeramkan serta kerumunan orang yang demikian padat diatas kereta-kereta buram, oenbuh ornamen yangmeraung-raung di sepanjang terowongan. Saya dahulu merasa betul-betul tidak memiliki metta (kesabaran yang luhur). Saya dahulu selalu berdiam didalam kebencian (merasa benci) terhadapnya, kemudian saya memutuskan untuk berlatih meditasi kesabaran yang luhur (metta-bhavana) selagi bepergian dengan kerea bawah tanah London. Selanjutnya saya mulai benar-benar menikmatinya dan tidak lagi berdiam di dalam kedongkolan. Saya mulai merasa senang/manis-budi terhadap orang-orang disana. Rasa dongkol dan keluh-kesah tersebut sirna semuanya, secara total. Bila Anda merasa muak kepada seseorang, Anda dapat memperhatikan kecenderungan yang mulai ditambahkan kepadanya; “Dia melakukan hal ini dan hal itu, dan dia seharusnya begini dan tidak seharusnya begitu”.

Selanjutnya bila Anda sungguh-sungguh menyukai seseorang, Anda berpikir, “Dia boleh melakukan hal ini dan hal itu. Dia baik serta manis budi”. Akan tetapi bila seseorang mengatakan, “Orang itu sungguh-sungguh buruk!”, Anda akan marah. Bila anda membenci seseorang dan orang lain memujinya, Anda juga menjadi marah, Anda tidka ingin mendengar betapa baiknya musuh Anda. Bila Anda dipenuhi dengan kemarahan, Anda tidak dapat membayangkan bahwa seseorang yagn Anda benci mungkin memiliki beberapa sifat kebajikan; bahkan seandainya mereka sungguh-sungguh memiliki beberapa sifat-sifat baik pun, Anda tidak pernah dapat mengingatnya sedikitpun. Anda hanya dapat mengingat semua hal-hal buruk itu. Bilamana Anda menyukai seseorang; bahkan kesalahan-kesalahannya dapat Anda toleransi atau maklumi -kesalahan-kesalahan kecil yang tidak membahayakan. Jadi kenalilah hal ini dalam pengalaman Anda sendiri, amati kekuatna rasa suka dan tidak suka tersebut. Kesabaran yang luhur, Metta, merupakan alat yang sangat berguna dan efektif untuk menghadeapi segala macam hal yang sepele (tak berguna) yang dibentuk oleh pikiran terhadap pengalaman yang tidak menyenangkan. Metta juga merupakan cara yang amat bermanfaat (tepat) bagi mereka yang mempunyai perasaan diskriminasi dan kritis. Mereka yang hanya dapat melihat kesalaha-kesalahan dalam setiap hal; tetapi mereka tidak pernah melihat pada diri mereka sendiri; mereha hanya melihat apa yang “di luar sana”.

Dewasa ini sudah sangat jama/ biasa untuk selalu mengeluh tentang cuaca atau pemerintah. Kepongahan pribadi menciptakan komentar-komentar yang buruk/keji terhadap tentang segala hal; atau Anda mulai membicarakan seseorang yang tidak ada di dekat Anda, menjelek-jelekannya, degnan begitu cerdanys dan begitu objektifnya. Anda menjadi begitu analitis, Anda mengetahui apa yang harus dilakukan oelhnya dan apa yang seharusnya tidak dia lakukan, serta kenapa dia berbuat begini atau begitu. Sangat mengesankan memiliki pikiran yang tajam dan kritis seperti itu, serta mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan. Sudah tentu Anda mengatakan, “Sungguh-sungguh, saya jauh lebih baik daripada dia”. Anda bukannya harus membutakan diri Anda terhadap kesalahan-kesalahan serta cacat-cacat dalam segala hal, Anda cukup dengan damai/tenang berbaur bersama-sama mereka. Anda tidak menuntut bahwa hal itu haus terjadi yang sebaliknya. Jadi Metta kadang-kadang perlu memaafkan apa yang salah atau tidak beres dengan diri Anda dan juga orang lain. Ini tidak berarti bahwa Anda tidak memperhatikan hal-hal tersebut, tetapi ini berarti bahwa Anda tidak membuat masalah-masalah diseputar hal-hal tersebut. Anda menghentikan kebiasaan-kebiasaan semacam itu dengan cara bermanis budi serta bersabar - berbaur bersama dengan damai/tenang.

[Judul : Mindfulness: The Path to the Deathless, Amaravati Publication 1987. Dikutip dari Mutiara Dhamma VI.]]

Friday, December 14, 2012

Paramita

Paramita
Dalam Agama Buddha, terdapat 6 sifat luhur atau kesempurnaan (Sad Paramita) sebagai jalan untuk mencapai tingkat Bodhisattva, yaitu:
  1. Dana Paramita, yaitu melatih kemurahan hati.
    Menurut cara hidup umat Buddha, Dana itu terbagi atas dua jenis yaitu dan yang dapat dilakukan oleh orang-orang biasa yang belum mencapai kesucian, yang terdiri dari Amisedana dan Dhammadana. Dan dana yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah mencapai kesucian, yaitu Atidana dan Mahatidana.
    Dana yang dapat dilakukan orang-orang biasa, baik yang hidup berkeluarga (umat biasa dan Upasaka-Upasika) maupun yang hidup tidak berkeluarga (bhikkhu-Bhikkhuni) adalah :
    1. Amisedana, yaitu dana dalam bentuk materi (benda) yang kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, misalnya uang, keperluan hidup dan makanan.
    2. Dhammadana, yaitu dana dalam bentuk bathin, memberikan khotbah Dhamma, memberikan nasehat-nasehat kepada seseorang sesuai dengan Ajaran Sang Buddha. Menurut kitab suci Prajna Paramita dikatakan, bahwa pemberian Dhamma melebihi segala macam pemberian lainnya.
    Dana yang dapat dilakukan oleh orang-orang suci, yakni Sotapanna, Sakadagami, Anagami, Arahat dan Bodhisattva adalah:
    1. Atidana, Dana yang dilakukan seseorang untuk kepentingan orang banyak dengan meninggalkan segala kesenangan dan harta bendanya. Misalnya dengan pengorbanan Pangeran Siddharta meninggalkan istananya sebagai calon raja, meninggalkan istri dan anaknya untuk kebahagiaan orang banyak.
    2. Manatidana, Pengurbanan jiwa-raga seseorang untuk kepentingan/kebahagiaan orang (makhluk) lain yang sedang menderita. Misalnya dalam cerita dongeng mengenai Bodhisattva Avalokitescara dan pada cerita Jataka.
  2. Sila -Paramita, yaitu melatih tidak mengutamakan diri sendiri.
    Bila seseorang memberikan dana, maka sebaiknya ia juga melatih Sila-Paramita dari cinta kasih tanpa membeda-bedakan antara pribadi sendiri dan pribadi orang lain. Ia seharusnya juga mendermakan kemurahan hati, welasasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan rasa simpati terhadap sesama hidup.
  3. Kshanti-Paramita, yaitu melatih kesabaran dan rendah hati.
    Seseorang yang mencapai kesucian tidak akan pernah mengatakan bahwa ia telah mencapai kesucian kepada orang lain. Mereka tidak mengharapkan pujian dalam berbuat baik, mereka tidak merasa bangga bila dipuji dan mereka juga tidak kecewa seandainya dicaci.
  4. Viriya-Paramita, yaitu Melatih keuletan dan pengabdian.
    Sesorang yang telah menyelidiki isi kitab suci agama Buddha dan kemudian dengan penuh semangat dan kemauan menerangkannya kepada orang lain dan mempersembahkan pengertiannya kepada orang banyak.
  5. Dhyana-Paramita, yaitu Melatih ketenangan pikiran.
    Setiap siswa memperkembangkan pikirannya, memusatkan pikiran (Dhyana), bahwa ia dan makhluk lainnya adalah sama. Bila ia dapat mencapai nirvana, ia juga akan berusaha membebaskan makhluk hidup lainnya. Jikaau maksud dan janji itu dilaksanakan dengan jujur, maka semua makhluk hidup telah turut dibebaskan.
  6. Prajna-Paramita, yaitu Melatih kebijaksanaan.
    Kata-kata tidak dapat mengutarakan Kesunyataan, apa yang diutarakan dengna kata-kata bukanlah Kesunyataan. Para Buddha dan Bodhisattva bukan memperoleh Penerangan melalui ajaran-ajaran yang terbatas, tetapi disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh. Disaat kelima Paramita terdahulu telah disempurnakan, maka Prajna-Paramita baru dapat dicapai, ia telah memperoleh Kebijaksanaan Sempurna, untuk menuju tingkat Kebuddhaan.
Selanjutnya Sad-Paramita mempunyai kelanjutan dan menjadi Dasa Paramita atau “10 Kesempurnaan”, yaitu,
  1. Dana-Paramita kesempurnaan berdana.
  2. Sila-Paramita = kesempurnaan di dalam melatih diri (menjalankan peraturan).
  3. Kshanti-Paramita = kesempurnaan melatih kesabaran dan rendah diri.
  4. Virya-Paramita = kesempurnaan melatih keuletan atau pengabdian.
  5. Dhyana-Paramita = kesempurnaan melatih ketengan pikiran.
  6. Prajna-Paramita = kesempurnaan di dalam melatih kebijaksanaan.
  7. Upaya-Paramita = kesempurnaan dalam kemahiran pada pemilihan atau penyesuaian dalam arti pengganti atau pertolongan.
  8. Pranidhana-Paramita = kesempurnaan melatih keteguhan atau cita-cita.
  9. Bala-Paramita = kesempurnaan melatih kekuataan (tenaga).
  10. Jhana-Paramita = kesempurnaan dalam pengetahuan.
Keempat Paramita setelah Sad Paramita merupakan Paramita susulan atau pelengkap. Kesepuluh Paramita dalam Theravada, yang merupakan jalan untuk dilaksanakan pada Bodhisattva untuk mencapai tingkat Buddha adalah,
  1. Dana-Paramita               = kesempurnaan beramal.
  2. Sila-Paramita                  = kesempurnaan melaksanakan sila.
  3. Nekkhamma-Paramita   = kesempurnaan melatih penolakan, yaitu penolakan nafsu indera.
  4. Panna-Paramita              = kesempurnaan melatih kebijaksanaan.
  5. Viriya-Paramita               = kesempurnaan melatih usaha (semangat).
  6. Khanti-Paramita              = kesempurnaan melatih kesabaran.
  7. Sacca-Paramita              = kesempurnaan melatih kebenaran (kata-kata, perbuatan, dan pikiran).
  8. Adhitthana-Paramita       = kesempurnaan melatih kehendak dengan mantap (memutuskan sesuatu dan selesai berbuat sesuatu pada waktunya).
  9. Metta-Paramita                = kesempurnaan melatih cinta-kasih.
  10. Upekkha-Paramita          = kesempurnaan melatih keseimbangan batin.

Menaklukkan Mara (dengan Paramita)

Dengan seribu tangan, yang masing-masing memegang senjata
Dengan menunggang gajah Girimekkhala,
Mara bersama pasukannya meraung menakutkan
Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan dana dan paramita yang lainnya
Dengan kekuatan ini semoga engkau mendapat kemenangan sempurna.


Di dalam perjuanganNya yang luar biasa untuk mencapai Penerangan Sempurna, Bodhisatva Siddhartha yang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya, dengan tekad yang amat kuat, untuk tidak akan bangun dari tempat dudukNya sebelum memperoleh Penerangan Sempurna dan mencapai Nibbana, datanglah Mara.
Mara adalah mahluk halus atau penggoda, yang bermaksud menghalang-halangi Bodhisatva memperoleh Penerangan Sempurna. Mara muncul dengan disertai oleh Bala tentaranya yang amat besar, bermaksud menyerang Bodhisatva Siddhartha.
Balatentara Mara yang amat mengerikan ini mengelilingi Bodhisatva, dari depan sejauh dua belas yojana 1), dari belakang sejauh dua belas yojana, dari kiri dan kanan selebar sembilan yojana.

Mara sendiri membawa seribu senjata yang amat berbahaya dan duduk menunggangi Gajah Girimekhala, yang amat besar dengan tinggi seratus lima puluh yojana. Diikuti dengan bala tentaranya yang berwajah amat menyeramkan, mereka semuanya membawa senjata dengan meraung menakutkan, siap menyerang Bodhisatva Siddhartha.

Pada saat Mara mendatangi Bodhisatva dengan bala tentara yang begitu besar, maka para dewa, seperti Maha Brahma, Sakka, Rajanaga Mahakala dan para dewa lainnya, menyingkir dari tempat itu. Bodhisatva menghadapi sendiri Mara beserta bala tentaranya dengan berlindung kepada sepuluh Paramita yang telah sejak lama dilatihnya.

Sepuluh Paramita itu adalah :

1. Dana Paramita (Kesempurnaan Kerelaan Hati)
2. Sila Paramita (Kesempurnaan Kemoralan)
3. Nekkhama Paramita (Kesempurnaan Pelepasan Keduniawian)
4. Panna Paramita (Kesempurnaan Kebijaksanaan)
5. Viriya Paramita (Kesempurnaan Semangat)
6. Khanti Paramita (Kesempurnaan Kesabaran)
7. Sacca Paramita (Kesempurnaan Kebenaran)
8. Adhitthana Paramita (Kesempurnaan Tekad)
9. Metta Paramita (Kesempurnaan Cinta Kasih)
10. Upekkha Paramita (Kesempurnaan Keseimbangan Batin)

Dengan berlindung kepada sepuluh Paramita inilah, maka semua usaha Mara beserta bala tentaranya untuk menakut-nakuti Bodhisatva, dengan hujan besar yang disertai angin kencang dan halilintar yang menggelegar terus-menerus, juga diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang amat mengerikan ternyata gagal semua. Akhirnya Mara dengan penuh kemarahan menyambit Bodhisatva dengan senjatanya yang terakhir yaitu Cakkavudha 2). Tetapi senjata ini berubah menjadi payung yang amat indah, yang dengan tenang bergantung dan memayungi Bodhisatva.

Bumi telah menjadi saksi, bahwa Bodhisatva Siddhartha telah lulus dari semua kesulitan dan layak untuk menjadi seorang Buddha.

Sang Bodhisatva berkata :
"Dengan melihat bala tentara pada semua sisi berbaris dengan Mara yang mengatur di atas Gajah Girimekhala. Aku maju ke depan untuk berperang, Mara tidak akan dapat mendorongKu dari posisiKu. Bala tentaramu dengan dunia beserta dewa-dewa tak terkalahkan. Dengan KebijaksanaanKu, Aku terus menghancurkan mereka, bagaikan Aku menghancurkan mangkok yang belum dibakar. Dengan mengawasi pikiranKu, dan dengan kesadaran yang kuat, Aku akan mengembara dari negara ke negara, sambil melatih banyak murid. Dengan rajin dan bersungguh-sungguh, dalam mempraktekkan AjaranKu, mereka tidak akan memperdulikanmu dan akan pergi ke tempat yang tidak ada lagi penderitaan."

Gajah Girimekhala lalu berlutut di hadapan Bodhisatva dan Mara menghilang, lari tunggang langgang bersama dengan bala tentaranya. Para dewa yang menyingkir ketika Mara datang menyerang, datang kembali menghampiri Bodhisatva. Mereka semua amat bahagia dengan keberhasilan Bodhisatva Siddhartha menaklukkan Mara.

Keterangan :

Yojana : Ukuran panjang yang digunakan di India, 1 yojana kurang lebih 7 mil.
Cakkavudha : Senjata Mara yang amat sakti

Thursday, December 13, 2012

Bugarkan Diri Dengan Meditasi

Dengan ketatnya rutinitas sehari-hari, sudah barang tentu akan menjauhkan kita dari kata "bugar". Bagi sebagian orang yang sibuk, olahraga bisa jadi menjadi hal yang sulit untuk direalisasikan, namun seperti kata pepatah 'Banyak jalan menuju roma', banyak pula cara menuju kebugaran, dimana salah satunya adalah dengan meditasi.

Meditasi adalah sikap dimana seluruh pikiran dipusatkan pada satu objek, dan bersamaan dengan itu tubuh berada pada posisi duduk bersila dan mata tertutup. Meditasi mampu memberikan sensasi rileks dan menyegarkan baik secara mental dan fisik.

Dari hasil riset - seperti yang dilansir OK - bermeditasi selama 15 menit setiap hari, dapat membantu meningkatkan energy dan melindungi diri dari terpaan stress yang dapat berujung pada timbulnya penyakit.

Bagi Anda yang ingin melakukan meditasi di rumah atau di kantor untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, berikut ini ada beberapa langkah dasar bermeditasi:

* Pilihlah tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan. Pastikan pula tidak ada yang menggangu Anda saat bermeditasi, agar tidak menggangu konsentrasi Anda.
* Carilah alas duduk yang nyaman seperti matras, lalu duduk dengan posisi kaki bersila, punggung tegak dan kedua telapak tangan di rapatkan di depan dada atau di letakkan di atas lutut.
* Perlahan-lahan pejamkan mata. Fokuskan pikiran Anda pada satu objek atau memori menyenangkan dan mulailah telusuri kesenangan tersebut. Atur nafas.
* Sebagai awalan, Anda bisa melakukan meditasi selama 5-10 menit dan durasinya bisa ditambah menjadi 10-15 secara berkala jika Anda sudah dapat beradaptasi dengan kondisi Anda saat meditasi.
* Usahakan untuk rutin melakukan meditasi setelah mencobanya untuk pertama kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal menuju kebugaran baik fisik dan mental secara menyeluruh, karena hasilnya akan menjadi tidak maksimal jika Anda tidak memiliki konsistensi dalam pelaksanaannya


 "Accurate" Health Center Medan merupakan pusat pengobatan konsultasi psikologi dan hipnoterapi akan menerapkan terapi holistik akan memberikan sajian-sajian positif dalam materi pengobatan, seperti penguatan pikirian, sugesti, motivasi, pembukaan pikiran, dsb. Di samping itu "Accurate" Health Center Medan juga dapat menyediakan terapi akupunktur, pijat maupun ramauan tradisional untuk mengobati masalah putus cinta. 

Pengobatan "Accurate" Health Center merupakan pengobatan yang aman, alami dan tanpa efek samping. Rahasia Terjamin.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com 

Monday, December 03, 2012

Ehipassiko

"Aku tidak mengajar untuk menjadikanmu
sebagai murid-Ku.Aku tidak tertarik untuk
membuatmu menjadi murid-Ku.Aku tidak
tertarik untuk memutuskan hubunganmu
dengan gurumu yang lama.Aku bahkan
tidak tertarik untuk mengubah

tujuanmu,karena setiap orang ingin lepas
dari penderitaan.Cobalah apa yang telah
Kutemukan ini,dan nilailah oleh dirimu
sendiri.Jika itu baik bagimu,terimalah.Jika
tidak, janganlah engkau terima."

Buddha Gautama
(Digha Nikaya 25; Patika Vagga;Udumbarika-Sīhanāda Sutta)

Friday, November 30, 2012

"Sajak Sepuluh Harapan Sempurna/Ten Perfect Hope Poem"

1. Semoga aku senantiasa mencari siapa yang bisa kubantu. Semoga aku memberi untuk mengikis keakuan.

Hopefully I'm always looking for anyone who can help I, May I give to erode the self.


2. Semoga aku santun dan tidak merugikan pihak lain. Semoga aku terkendali dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Hopefully I'm polite and do not harm others. Hopefully I'm in control in thought, word, and deed.

3. Semoga aku mengutamakan kepentingan pihak lain. Semoga aku tak lekat pada yang buruk maupun pada yang baik.

May I put the interests of other parties. Hopefully I'm not attached to the bad and the good.

4. Semoga aku penuh kesadaran dan pemahaman jernih. Semoga aku piawai dalam membantu pihak lain.

Hopefully I mindfulness and clear comprehension. Hopefully I'm good at helping others.

5. Semoga aku giat berjuang untuk mencapai tujuan mulia. Semoga aku tak gentar menghadapi segala rintangan.

May I strive diligently to achieve lofty goals. Hopefully I'm not afraid to face all odds.

6. Semoga aku mampu menanggung kekeliruan pihak lain. Semoga aku melihat sisi baik dari segala sesuatu.

Hopefully I was able to bear the mistakes of others. May I see the good side of everything.

7. Semoga aku tidak menyembunyikan kebenaran. Semoga aku tulus dan dapat dipercaya

Hopefully I do not hide the truth. Hopefully I'm sincere and trustworthy

8. Semoga aku terus berpegang teguh pada kebenaran. Semoga aku lembut bagai bunga dan kokoh bagai karang.

May I continue to hold fast to the truth. May I gently like a flower and sturdy like a rock.

9. Semoga aku mengasihi tanpa pilih kasih. Semoga aku bahagia dan membawa kebahagiaan bagi pihak lain.

May I love without favoritism. May I be happy and bring happiness to others.

10. Semoga aku memperlakukan semua makhluk dengan setara. Semoga aku teduh dan seimbang dalam segala keadaan.

May I treat all beings equally. Hopefully I'm calm and balanced in all circumstances.

Thursday, November 29, 2012

Demi keluarga, Gao Meiyun usia 70 menjadi pengantar air

Demi keluarga, Gao Meiyun usia 70 tahun
MASIH menjadi pengantar air

Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg,  usia 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut.
Gao Meiyun sejak 2006 bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengatar sekitar seratus galon  air minum  ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat. Hal ini diberitakan oleh salah satu artikel di China Foto Press.
Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental.  Cucunya mengalami  kecelakaan lalulintas pada tahun 2008. Kadua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya. Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.
Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.
Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita.  Sayangnya, Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga  menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat.
Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang  membantu keuangannya pula. Disebutkan dalam salah satu sumber, sejak berita ini muncul di surat kabar dana yang telah diterima Gao Meiyun  sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.

Apakah hikmah yang dapat dipetik dari kisah nyata ini?
Bahwa dalam kehidupan, seseorang hendaknya memiliki kemampuan menerima kenyataan sebagaimana adanya. Jangan mengeluh pada segala kesulitan yang dihadapi. Segala cara harus diupayakan agar semangat hidup selalu berkobar. Ubah pola pikir agar menjadi lebih positif. Jalani kehidupan dengan kesadaran setiap saat. Kebahagiaan dalam batin akan dapat dirasakan.

Bukan Demi Marah Menjadi Manusia

Ada seorang biarawan yang sangat menyukai bunga anggrek. Biasanya, selain memberi ceramah waktu yang tersisa dipergunakannya untuk mengurus bunga-bunga anggrek yang ditanam di taman biara.
Pada suatu hari ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kepada muridnya, harus hati-hati merawat pohon bunga anggreknya.

Selama kepergiannya, muridnya dengan teliti memelihara pohon bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pada suatu hari ketika sedang menyiram pohon bunga anggrek tersebut tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon tersebut sehingga semua pohon anggrek berjatuhan dan pot anggrek tersebut pecah berantakan dan pohon anggrek berserakan.
Muridnya sangat ketakutan, bermaksud menunggu gurunya pulang dan meminta maaf sambil menunggu hukuman yang akan mereka terima.

Setelah biarawan pulang mendengar kabar itu, lalu memanggil para muridnya, dia tidak marah kepada muridnya, bahkan berkata, “Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adalah untuk dipersembahkan di altar Buddha, dan yang kedua adalah untuk memperindah lingkungan di biara ini, bukan demi untuk marah saya menanam pohon anggrek ini.”

Perkataan biarawan sungguh benar, “Bukan demi untuk marah menanam pohon anggrek.”
Dia bisa demikian toleran, karena walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek. Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tersebut, tidak menimbulkan kemarahan di dalam hatinya.

Sedangkan kita di dalam kehidupan kita sehari-hari,  hal yang kita khawatirkan terlalu banyak, kita terlalu peduli kepada kehilangan dan memperoleh, sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia.

Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak,
“Bukan demi marah saya bekerja.”
“Bukan demi marah saya mengajar.”
“Bukan demi marah menjadi sahabat.”
“Bukan demi marah menjadi suami istri.”
“Bukan demi marah melahirkan dan mendidik anak.”

Maka kita bisa mencairkan rasa marah dan kesusahan yang ada di dalam hati kita dan berubah menjadi damai.

Oleh sebab itu setelah membaca artikel ini, ketika engkau hendak bertengkar dengan sahabat, dengan orang rumah atau keluarga, engkau harus ingat perjumpaan kalian, bukan demi untuk rasa marah.

KONGRES KE-9 SANGHA BUDDHIS SEDUNIA DI MEDAN

Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dilangsungkannya kongres ke-9 WORLD BUDDHIST SANGHA COUNCIL (WBSC – Persamuhan Agung Sangha Buddhis Dunia)bertempat di Mahakaruna Buddhis Centre, Medan. Persamuhan Agung ini akan dihadiri oleh utusan 33 negara dari Asia, Australia, Afrika, Amerika, dan Eropa dengan jumlah delegasi: 600; dibuka pada tanggal 3 Desember dan berakhir tanggal 5 Desember.

Kongres yang berlangsung setiap 5 tahun ini dan untuk pertama kalinya berlangsung di Indonesia adalah forum dunia para bhiksu-bhiksuni dari semua golongan (mazhab): Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Tema konges adalah: SANGHA MENJAGA KEUTUHAN DUNIA.

Dalam suasana kerukunan persaudaraan para bhiksu akan memperbaharui komitmen dan rencana-rencana nyata untuk ikut serta membangun keharmonian hubungan antar bangsa dengan pendidikan dan pencerahan Dharma. Kasih sayang terhadap semua kehidupan, penghormatan kepada semua agama, penghargaan pada keaneka-ragaman budaya, serta menjaga keutuhan lingkungan adalah semangat Dharma, ajaran Buddha Gautama. Dan itu pula nafas World Buddhist Sangha Council. Demikian penuturan Ketua Umum Panitia Pelaksana Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera dalam pertemuannya dengan pers.

Mendahului Kongres ke-9 WBSC ini akan diresmikan komplek Mahakaruna Buddhis Centre, Medan, tempat kongres berlangsung. Mahakaruna Buddhist Centre bukan hanya menjadi aset fisik tetapi juga akan menjadi kekayaan spiritual budaya bangsa.

Sumatera yang dikenal juga dengan nama Suwarnadwipa (Pulau Emas) pada masa Kerajaan Sriwijaya bukan hanya menjadi salah satu pusat perdagangan Asia, tetapi juga pusat pendidikan Dharma. Para bhiksu dan bhiksuni dari mancanegara datang belajar Dharma di Sriwijaya di bawah asuhan para guru-guru besar Dharma. Peradaban, keluhuran budaya, dan pengetahuan Dharma bangsa ini telah ikut serta memberikan kontribusi besarnya kepada dunia sejak lebih dari 1.700 tahun yang lampau.

Mahakaruna Buddhist Center diharapkan akan menjadi salah satu tempat wisata religi dunia serta wahana untuk kembali memberikan sumbangsih keluhuran budaya kepada Tanah Air dan mancanegara.

Panitia pelaksana mengundang para tokoh lintas agama, DPRD Sumut, Pemda setempat serta tokoh masyarakat bergabung bersama dalam memberikan kontribusi untuk dunia melalui  acara ini. Refleksi ini adalah keharmonian masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Tuesday, November 27, 2012

Obama gets taste of Thailand at Buddhist

U.S. President Barack Obama, left, and U.S. Secretary of State Hillary Rodham Clinton, rear, tour the Viharn of the Reclining Buddha with Chaokun Suthee Thammanuwat, the Dean, Faculty of Buddhism Assistant to the Abbot of Wat Phra Chetuphon at the Wat Pho Royal Monastery in Bangkok, Thailand, Sunday, Nov. 18, 2012. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Monday, November 26, 2012

Tidak ada yang permanent

Apakah kita bisa mencegah perubahan itu? Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa mencegah jalan alami ini. Kita semua tidak dapat mencegahnya. Dapatkah Anda mengeluarkan napas tanpa menghirupnya? Atau Anda hanya menarik napas tanpa mengeluarkannya? Tidak mungkin itu terjadi. Manusia ingin segala sesuatu agar kekal, tetapi tidak bisa. Itu adalah hal yang mustahil. Jika seseorang menyadari bahwa segala sesuatu adalah tidak kekal, pikirannya berangsur-angsur terbuka. Dan ketika ada sesuatu yang muncul, dia hanya akan mengatakan: “Oh, satu lagi wujud perubahan”.

Latihan Meditasi

Kebanyakan orang masih saja tidak mengetahui inti dari latihan meditasi. Mereka mengira meditasi berjalan, meditasi duduk dan mendengarkan khotbah Dhamma itulah yang disebut berlatih. Itu ada benarnya juga, tetapi hal-hal ini hanyalah penampilan luar saja dari latihan. Latihan yang sebenarnya akan terjadi pada saat pikiran bertemu dengan objek-objek indera. Itulah tempat untuk berlatih, di mana kontak dengan indera terjadi. Bila orang-orang mengatakan hal-hal yang tidak kita sukai, maka akan ada kebencian, jika mereka mengucapkan kata-kata yang kita sukai, maka kita pun senang. Sekarang, di sinilah tempat untuk berlatih. Bagaimana kita akan berlatih dengan hal-hal semacam ini? Ini adalah titik yang sangat penting. Jika kita hanya berlari ke sana ke mari sambil mengejar kebahagiaan dan menghindar dari penderitaan di setiap saat, kita bisa saja berlatih hingga hari kematian kita, namun kita takkan pernah melihat Dhamma. Tidak ada gunanya. Ketika kesenangan dan kesengsaraan muncul, bagaimana kita akan menggunakan Dhamma untuk membebaskan diri dari mereka? Inilah tujuan dari latihan.

(Kutikan Ajahn Chah) Sebuah Pohon

Kita bagaikan sebuah pohon dengan akar-akar,
Sebuah pangkal batang, dan sebuah batang.
Setiap daun,setiap cabang, tergantung pada akar untuk menyerap nutrisi dari tanah dan mengirimkannya ke atas untuk menghidupi pohon.
Tubuh kita, termasuk ucapan dan perbuatan kita,indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa,dan peraba kita, adalah sama seperti cabang, daun,dan batang pohon. Pikiran sama seperti akar yang menyerap nutrisi dan mengirimkannya melalui batang ke daun-daun dan cabang-cabang sehingga mereka dapat berbunga dan menghasilkan buah.

(Kutipan Ajahn Chah) Harta Benda

Andaikata kita memiliki sebuah benda yang sangat mahal.
Begitu benda tersebut menjadi milik kita,Pikiran kita berubah,”Sekarang di manakah akan saya simpan benda ini..?”
Jika saya meletakkannya di sini, seseorang akan mencurinya.”
Kita mencemaskan diri kita pada situasi , mencoba menemukan tempat untuk menyimpannya.Inilah penderitaan.
Dan kapan penderitaan itu timbul ?
Penderitaan itu muncul begitu kita memahami bahwa kita telah mendapatkan Sesuatu. Di sanalah penderitaan ada.
Sebelum memiliki benda itu , tidak ada penderitaan.
Penderitaan itu belum muncul ,Karena tidak ada benda yang membuat pikiran melekat.Diri kita juga sama.
Jika kita berpikir dari sudut pandang “diri” ,
Segala sesuatu yang berada di sekitar kita akan menjadi “milik kita”.
Dan kebingungan datang menyusul.
Jika tidak ada “saya” dan “milik saya”,kebingungan tidak akan ada.

Tuesday, November 06, 2012

Dhamma Adalah Harta Yang Paling Mulia

Khotbah ini adalah hari yang istimewa saat anda semua datang untuk memberikan dana makanan dan persembahan, serta memohon tuntunan sila bersama.

Dhamma adalah harta yang paling berharga. Jika misalnya seseorang menggali dan menemukan, serta memanfaatkannya, orang tersebut akan menjadi kaya dalam sepanjang hidupnya, kaya dalam kesadaran dan kebijaksanaan serta amat bahagia.

Dhamma berarti segala sesuatu yang baik, sejuk, damai, sejahtera, dan terang. Seseorang yang telah memperoleh pengertian tentang Dhamma memiliki hati yang baik, tenang, damai, bermanfaat, berbudi luhur, dan bijaksana. Apapun yang ia lakukan, dilakukannya dengan penuh semangat, perhatian, dan kebijaksanaan, karena batin mereka tenang dan damai, dan pikiran mereka terang dan jernih. Seseorang yang memiliki Dhamma tidak pernah merasa kesepian tetapi penuh daya/semangat, pengetahuan, kesadaran, dan kebahagiaan.
Bagaimana agar kita dapat mencapai keadaan tersebut di dalam hidup kita? Kita perlu latihan, praktek, dan mempunyai pendirian yang benar. Jalan yang paling cepat adalah dengan selalu memancarkan cinta-kasih, melakukan tugas anda dengan baik dalam apapun yang anda kerjakan, serta mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Dengan cinta-kasih sebagai landasannya, lakukan kewajiban anda terhadap putra-putri anda, istri-suami anda, orang-orang yang anda cintai dan hormati, orang lain, dan kepada hewan-hewan.

Dhamma adalah kewajiban/tugas. Seseorang yang tidak melakukan tugas seorang ayah, ia bukanlah seorang ayah. Begitu pula, seorang ibu harus melakukan tugas seorang ibu kepada anak-keturunannya. Jika seseorang mengabaikan tugasnya, ia semata-mata disebut manusia tetapi bukan manusia yang baik. Anak-anak juga harus melakukan tugas mereka. Para guru dan murid mempunyai tugas satu terhadap lainnya. Guru wajib mengajar, membimbing, dan mendorong murid-murid untuk belajar serta mengikuti petunjuk guru dengan rasa terima kasih, serta berusaha melakukan yang terbaik terhadap orang tua mereka, para guru mereka, teman-teman dan kerabat mereka. Seseorang harus berpikir tentang mereka semua dengan cinta kasih.

Hari ini saya akan memberikan khotbah Dhamma singkat yang bertema: "Berusahalah sebaik mungkin melakukan tugas anda". Setiap hari kita harus memeriksa diri kita sendiri dan apa yang telah kita lakukan. Tugas-tugas apa yang harus kita lakukan pada hari ini? Kita harus melakukan dengan sebaik mungkin yang dapat kita lakukan, dan ingatlah selalu untuk tidak mudah menyerah. Kita harus melakukan yang terbaik untuk memecahkan setiap problem dan mengatasi setiap rintangan. Putuskanlah untuk melakukan hal ini setiap hari, serta mencintai dan bersikap baik kepada semua makhluk, bahkan kepada mereka yang tidak baik dan tidak menyenangkan, juga bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Meskipun jika mereka menyakiti kita, kita harus siap untuk menjadi baik dan cinta kepada mereka. Kita tidak seharusnya menjadi marah, karena marah merupakan penderitaan.

Jika kita berbaik-hati, tenang, dan damai, kebajikan kita itu akan membuat kita bahagia. Hal ini juga memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tidak menyenangkan untuk menjadi baik, orang-orang yang bertemperamen panas menjadi tenang.

Jika kita benar-benar tenang dan dipenuhi dengan cinta-kasih, maka apabila orang lain marah, kita dapat tetap tersenyum. Jika kita tak dapat tersenyum, cukuplah untuk diam saja. Jika orang lain mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan, kita dapat sebaliknya mengucapkan kata-kata yang menyenangkan. Jika orang lain mencoba mengambil keuntungan dari kita, kita dapat memberikan apa yang mereka inginkan. Lihatlah kemudian siapa yang pada akhirnya menang dan bahagia.

Dunia memerlukan Dhamma, memerlukan ketenangan, walaupun kita harus siap berkorban untuk memberikan hal tersebut. Kekerasan selalu dikalahkan oleh kelembutan, karena kelembutan tersembunyi, terdapat di dalam kekerasan. Perhatikan gusi dan gigi kita, meskipun gigi tanggal, tetapi gusi tetap di tempatnya. Angin yang paling lembut pun dapat mengikis gunung, dan dapat menciptakan gelombang yang pada akhirnya lenyap karena penguapan. Angin tidak memiliki jasmani/wujud, tetapi ia memiliki energi. Sebuah roda terbuat dari poros dan jari-jari/ruji. Ruji tidak dapat bergerak jika poros tidak berputar, dan poros hanya dapat berputar karena di tengah-tengahnya adalah kosong. Lihatlah pada mulut saya, yang saya pergunakan untuk berbicara. Ia memiliki gigi, lidah dan sebagainya, tetapi saya dapat berbicara hanya karena mulut saya juga memiliki rongga kosong. Jika mulut saya padat, saya tidak akan dapat berbicara. Jadi kekosongan adalah sangat berguna. Lihatlah pada mangkuk makan saya. Besi yang dipakai untuk membuat ini memang pasti ada, tetapi adalah ruang kosong di dalam mangkuk yang membuatnya berguna. Kita dapat menaruh benda-benda di dalam ruang tersebut. Bergunanya mangkuk tersebut datang dari kekosongannya.
Jika kita membuat batin kita kosong, tenang, dan bebas dari kekotoran, dan tidak memikirkan apa-apa kecuali cinta-kasih, maka batin kita akan menjadi sangat kuat. Batin sedemikian adalah suci, dan kekuatan suci benar-benar ada di dunia ini. Tetapi batin yang paling memiliki kekuatan di dunia ini adalah batin yang terang dan tenang. Jika kita dapat melatih pikiran kita untuk menjadi baik, maka apapun kemudian akan menjadi baik. Berusahalah untuk melatih pikiranmu dan berusahalah untuk menjadi penuh cinta-kasih. Katakan kepada dirimu, "Sejak saat ini saya tidak akan menjadi marah". Jika seseorang marah kepada saya, tidak mengapa, saya akan tetap tersenyum atau kalau tidak, hanya akan diam saja dan mengingat kalimat keramat/ magis itu "Itu memang demikian". Mereka bersikap seperti itu disebabkan oleh sifat alamiah mereka. Tidak usah peduli bila seseorang marah, dan jika tidak mungkin untuk berucap sesuatu, maka pikirlah bahwa itu adalah alamiah/ wajar, "Hanya kedemikianan". Bersikaplah yang sama jika seseorang mengutuk atau menyalahkanmu; ingatkan dirimu bahwa engkau tidak akan menjadi marah. Anda akan selalu melakukan kebajikan, jika anda ingin setiap hari hanya melakukan kebajikan. Anda dapat mengandaikan bahwa anda mesti meraih angka/nilai tertentu untuk dapat lulus dari ujian, dan kemudian memberi nilai tambah/plus kepada diri anda sendiri apabila anda melakukan kebajikan, dan nilai kurang/minus apabila anda melakukan kejahatan. Di akhir hari (malam hari) lihatlah nilai apa yang telah anda raih. Apakah nilai kebajikan anda mengungguli nilai kejahatan anda?

Memang benar bahwa tiada seorang pun yang lahir di dunia ini sempurna dan tidak pernah melakukan suatu kesalahan, akan tetapi kita masih memiliki kesempatan untuk mengubah dan memperbaiki diri kita. Jika anda dapat melihat ke dalam diri anda sendiri, melihat cacat atau kekurangannya, serta berusaha untuk mengubah dan memperbaikinya, anda akan menjadi mulia dan dipuji oleh orang-orang bijaksana. Kadang-kadang adalah baik untuk diberitahukan apa yang tidak baik tentang diri kita, kita tidak perlu marah, tetapi kita harus membiarkan orang lain mengemukakan sisi buruk atau kekurangan kita. Apakah anda pikir anda begitu sempurna? Bahkan Sang Buddha sendiri memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengatakan tentang dirinya. Sang Buddha juga mengatakan untuk tidak memeriksanya dengan seksama dan mempraktekkan apa yang Beliau ajarkan hingga seseorang mencapai hasil-hasil yang seperlunya, sebelum ia mempercayainya.

Jadi janganlah kecewa atau sedih jika tak seorang pun yang memuji, menghargai, mendukung, atau bahkan mereka menentang perbuatan baik yang kita lakukan. Jika kita tahu bahwa apa yang ingin kita lakukan adalah baik dan pantas, lakukanlah itu dengan penuh keyakinan dan kesabaran, maka tiada kerugian yang akan datang kepada diri kita atau orang lain. Kita harus memulainya dengan keyakinan di dalam diri kita.

Kita mengira kita sudah mengerti Dhamma dan menginginkan dunia (orang-orang lain) mengetahui tentang hal tersebut, tetapi kemudian kita tidak bahagia ketika kita dikritik. Kita sangat sensitif terhadap kritikan, itu membuat kita merasa bodoh dan tidak bahagia. Kadang-kadang kita memiliki niat/maksud yang baik, tetapi hal itu dapat ternoda jika kita membiarkan telinga kita meladeninya, misalnya kita goyah oleh kritikan. Batin kita haruslah kuat sepanjang waktu, harus tidak pernah menyerah, dan harus selalu penuh perhatian/kesadaran akan saat ini.

Saya percaya bahwa perbuatan baik yang kita lakukan akan membuat kita bertambah bahagia, seperti sebatang pohon yang mula-mula berupa sebuah tanaman yang kecil dengan hanya satu batang saja, sampai tumbuh cabang-cabang, daun-daun, bunga-bunga, dan buah-buah. Batin yang baik dan tenang akan semakin memberikan kebahagiaan dan mendapatkan cinta dari setiap orang atau para dewa kemana pun ia pergi. Adalah kenyataan bahwa kekuatan yang didapatkannya dari praktek Dhamma adalah nyata, kuat dan lebih bernilai dari pada apapun juga. Seseorang yang memiliki keyakinan di dalam Dhammanya tidak perlu melakukan hal spesial lainnya, karena apapun yang ia lakukan akan memberikan hasil yang memuaskan. Anda tidak perlu melakukan hal-hal apapun yang rumit, kadang-kadang hanya dengan berpikir baik saja akan memperoleh hasil yang baik dan hebat. Cobalah lalukan itu. Bila anda memiliki batin yang baik dan bersih, jalan menuju sukses akan nampak lancar, dan hal-hal akan berjalan dengan baik. Tetapi jika batin anda tidak tenang, tentram, dan bersih, hal-hal yang anda harapkan dan lakukan tidak akan berjalan sesuai yang anda harapkan, meskipun anda mengharapkannya dengan kuat dan sering. Batin seperti itu adalah batin yang bingung, lemah, dan tiada berdaya. Maka, berusahalah untuk melakukan hanya hal-hal yang baik, laksanakan tugas anda dengan sebaik mungkin yang dapat anda lakukan, selalu dengan cinta kasih dan kesadaran akan saat sekarang. Apapun yang muncul atau terjadi, anggaplah itu sebagai hal yang alamiah, sebagai "kedemikianan".

Pertimbangkanlah ungkapan "tidak apa-apa". Kata-kata ini adalah seperti kata keramat untuk meringankan batin kita, menasehatkan bahwa jika kita tidak ambil peduli, jika kita tidak menganggap hal-hal dengan serius, kita tidak akan menderita. Namun sebaliknya, kita harus selalu "peduli", selalu berpikir, dan melakukan hal-hal yang baik saja.

Cobalah untuk membaca paritta setiap hari, pada pagi hari dan malam sebelum tidur. Ambillah nafas panjang yang dalam dan perhatikan nafas yang masuk dan nafas yang keluar, dan anda akan menemukan kebahagiaan. Pada saat yang sama, sadarilah akan perhatianmu. Pada akhirnya batin akan tetap memiliki kesadaran di dalam tanpa memperhatikan nafas. Anda akan mendapatinya dalam keadaan tanang dan damai karena batin bagitu terkonsentrasi pada saat itu. Apapun yang anda lakukan, apakah berbicara, berpikir, atau bertindak, berdiri, duduk berbaring, atau apa saja, anda akan merasa bahagia dan tidak pernah kesepian. Mereka mengerti Dhamma tidak pernah marasa kesepian, karena selalu ada teman baik di dalam hatinya. Pada saat yang sama, hal itu merupakan sumber dari hidup panjang umur yang berharga, corak yang baik, kebahagiaan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kekayaan. Tiada lagi yang lebih berharga dari pada Dhamma. Apabila kita mempraktekkannya dengan rajin dan sungguh-sungguh, kebajikan akan tumbuh dengan semakin besar.

Jika kita berkecil-hati, pikirkanlah tentang diri Sang Buddha. Sang Buddha, yang pada akhirnya mencapai kesempurnaan (parami) tertinggi (kesepuluh tingkat dari kesempurnaan spritual) dengan ketekunan dan kesabaran, sila (sikap laku bermoral), dan bhavana (meditasi), telah mengalami kelahiran-kembali sebanyak sekitar 1600 juta kali sebelum Beliau mencapai Pencerahan sebagai seorang Buddha. Karena itu, kita yang mengikuti jejak-Nya sebagai seorang Buddhis, harus mempraktekkan hal-hal yang Beliau ajarkan. Janganlah menyerah, tetapi berusahalah melakukan kebajikan. Majulah selangkah-demi selangkah hingga anda mencapai tujuan (gol). Tidak peduli berapa jauh jaraknya, seribu atau sepuluh ribu langkah, lakukan satu langkah setiap saat, maka akhirnya anda akan tiba juga. Saya sendiri berjalan dari Thailand Selatan menuju Burma Utara. Tidak akan terasa jauh jika anda tetap melaksanakan 2 langkah tersebut, kiri dan kanan. Dengan kesabaran dan keyakinan anda akan berhasil, karena di mana ada kemauan, di sana pasti ada jalan. Orang yang tekun/ulet tidak pernah gagal.

Pada khotbah kali ini, saya menekankan bahwa kita harus berusaha dan melakukan perbuatan baik, dan berusaha untuk membebaskan diri kita dari penderitaan. Berusahalah untuk mengetahui dan mengerti tentang penderitaan, sehingga bila ia datang, ia akan dapat dihadapi. Adalah tidak hanya saya/anda yang menderita, orang lain pun menderita, bahkan beberapa dari mereka lebih buruk dari pada saya/anda. Cobalah untuk mengerti bahwa apapun yang muncul, bertahan untuk waktu yang agak lama atau singkat, kemudian lenyap. Tidak ada satu pun yang permanen. Suatu waktu, kita tidak memiliki apa-apa, dan apa yang kita miliki dan menjadi apa kita sekarang ini, adalah datang belakangan. Tiada satupun yang tetap untuk selamanya. Kita harus berusaha untuk mengerti hal-hal ini dan merenungkan mereka dengan perhatian dan cinta-kasih. Ketahuilah kapan untuk melepas. Berusahalah untuk mencintai orang lain, bahkan kepada mereka yang tidak menyukaimu sekalipun. Berusahalah untuk mencintai dan memafkan mereka. Cobalah untuk mengerti tentang dirimu sendiri dan hal-hal baik dari orang lain. Berusahalah untuk tidak berat sebelah/memihak. Jangan menunggu sampai orang lain mengerti tentang dirimu sebelum anda mencoba untuk mengerti tentang mereka. Janganlah merasa cemas dengan berlebihan.

Saya percaya bahwa jika kita mengerti orang lain, kita dapat belajar untuk mencintai mereka, karena cinta kasih tumbuh dari (adanya) pengertian. Dalam suatu keluarga yang tanpa pengertian, cinta takkan bertahan lama. Jadi, cobalah untuk memahami satu sama lain dan jalanilah hidup yang baik. Tidak peduli apakah orang lain tidak mencintai atau menghormatimu, cobalah untuk mengerti dan "maafkan dan lupakan". Hadiah yang paling penting adalah hadiah berupa memafkan. Janganlah melekat kepada benda-benda dengan kuat, karena tiada satu apapun yang kekal. Relakan mereka pergi, dan jadilah orang yang baik dan penuh cinta kasih.
Kini waktunya untuk berhenti, sehingga saya harus menghentikan khotbah untuk hari ini.