.

.

Pages

Tuesday, March 20, 2012

AN 5.148. Sappurisadana Sutta: Dana dari orang yang Berbudi mulia.

Para bhikkhu, ada lima pemberian dari orang yang berbudi mulia.

Apakah yang lima itu?

Dia memberi dengan keyakinan; dia memberi dengan penuh hormat; dia memberi pada saat yang tepat; dia memberi dengan hati yang dermawan; dia memberi tanpa menjelekkan.

Karena dia memberi dengan KEYAKINAN, di mana pun hasil dari pemberian itu masak, dia menjadi kaya dan berkelimpahan, harta kekayaannya besar, dan dia elok, menarik, anggun, memiliki keindahan kulit yang luar biasa.

Karena dia memberi dengan PENUH HORMAT, di mana pun hasil dari pemberian itu masak, dia menjadi kaya dan berkelimpahan, harta kekayaannya besar, dan anak istrinya, budaknya, persuruh dan pekerjanya patuh, mendengarkan dia dan menggunakan pikirannya untuk memahami dia.

Karena dia memberi PADA WAKTU YANG TEPAT, di mana pun hasil dari pemberian itu masak, dia menjadi kaya dan berkelimpahan, harta kekayaannya besar, dan keuntungan-keuntungan datang kepadanya pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang melimpah.

Karena dia memberi dengan MURAH HATI, di mana pun hasil dari pemberian itu masak, dia menjadi kaya dan berkelimpahan, harta kekayaannya besar, dan pikirannya cenderung menikmati hal-hal yang menyenangkan di antara lima kesenangan indera.

Karena dia memberi TANPA MENJELEKKAN DIRINYA MAUPUN ORANG LAIN, di mana pun hasil dari pemberian itu masak, dia menjadi kaya dan berkelimpahan, harta kekayaannya besar, dan tidak terjadi hilangnya kekayaan dari penjuru mana pun, entah dari api atau banjir atau raja atau bandit atau ahli waris yang tidak dicintai.

Inilah para bhikkhu, lima pemberian orang yang berbudi mulia.

(AN V.148)

-----------------------------------

NIDHIKANDA SUTTA: KHOTBAH Pengumpulan Harta Sejati [Khuddakapatha 8, Khuddaka Nikaya]

1 Walaupun harta seseorang ditimbun dalam-dalam di dasar sumur,

Dengan tujuan : bila suatu saat diperlukan untuk pertolongan, harta yang disimpan itu dapat digunakan.

2 Atau ia berpikir : “Untuk pembebasan dari kemarahan raja, atau untuk uang tebusan bila aku ditahan sebagai sandera, atau untuk melunasi hutang-hutang bila keadaan sulit, atau mengalami musibah” Inilah alasan-alasan seseorang untuk menimbun harta.

3 Meskipun hartanya ditimbun dalam-dalam di dasar sumur, sama sekali tidak akan mencukupi semua kebutuhannya untuk selama-lamanya.

4 Jika timbunan harta itu berpindah tempat, atau ia lupa dengan tanda-tandanya, atau bila “Naga-Naga” mengambilnya, atau Yakkha-Yakkha mencurinya.

5 Mungkin juga timbunan harta itu dicuri oleh sanak keluarganya, atau ia tidak menjaganya dengan baik, atau bila buah KAMMA baiknya telah habis, semua hartanyapun akan lenyap.

6 Gemar berdana dan memiliki moral yang baik, dapat menahan nafsu serta mempunyai pengendalian diri, adalah timbunan “Harta” yang terbaik, bagi seorang wanita maupun pria.

7 “Harta” tersebut dapat diperoleh dengan berbuat kebajikan, kepada cetiya-cetiya (vihara) atau Sangha, kepada orang lain atau para tamu, kepada Ibu dan Ayah, atau kepada orang yang lebih tua.

8 Inilah “Harta” yang disimpan paling sempurna, tidak mungkin hilang, tidak mungkin ditinggalkan, walaupun suatu saat akan meninggal, ia tetap akan membawanya.

9 Tak seorangpun yang dapat mengambil “Harta” itu, perampok-perampokpun tidak dapat merampasnya, oleh karena itu, lakukanlah perbuatan-perbuatan bajik, karena inilah “Harta” yang paling baik.

10 Inilah “Harta” yang sangat memuaskan, yang diinginkan para dewa dan manusia, dengan buah kebajikan yang ditimbunnya, apa yang diinginkan akan tercapai.

11 Wajah cantik dan suara merdu, kemolekan dan kejelitaan, kekuasaan dan pengikut, semua diperoleh berkat buah kebajikan itu.

12 Kedaulatan dan kekuasaan kerajaan besar, kebahagiaan seorang raja Cakkhavati, atau kekuasaan dewa di alam surga, semuanya diperoleh berkat buah kebajikan itu.

13 Setiap kejayaan manusia, setiap kebahagiaan surga, bahkan kesempurnaan Nibbana, semuanya diperoleh berkat buah kebajikan itu.

14 Memiliki sahabat-sahabat sejati, memiliki kebijaksanaan dan mencapai pembebasan, semuanya diperoleh berkat buah kebajikan itu.

15 Memiliki pengetahuan analitis untuk mencapai pembebasan, mencapai kesempurnaan sebagai seorang siswa mulia, menjadi Pacceka Buddha atau Samma Sambuddha, semuanya diperoleh berkat buah kebajikaan itu.

16 Demikian besar hasil yang diperoleh dari buah kebajikan itu, oleh karenanya orang Bijaksana selalu bertekad untuk menimbun “Harta” kebajikan.

~ Khuddakapatha 8, Khuddaka Nikaya

No comments: