.

.

Pages

Wednesday, December 28, 2005

(4 Kebenaran Mulia) Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju Lenyapnya Dukkha


Bagaimana jalan menuju lenyapnya dukkha/penderitaan ?

Ini adalah jalan mulia berunsur delapan,
Pandangan benar, Pemikiran benar,
Ucapan benar, Perbuatan benar, Mata pencaharian benar,
Daya upaya benar, Perhatian benar, Konsentrasi benar.

Apakah pandangan benar itu ?

Pengetahuan tentang penderitaan,
Pengetahuan tentang asal mulanya penderitaan,
Pengetahuan tentang jalan menuju lenyapnya penderitaan
Inilah yang disebut dengan pandangan benar

Apa ipemikiran benar itu ?

Pikiran yang bebas,
Pikiran yang berkehendak baik
Pikiran yang tidak merugikan,
Inilah yang disebut dengan pemikiran benar

Apa ucapan benar itu ?

Menghindari berbohong,
Menghindari menfitnah,
Menghindari kata-kata yang kasar,
Menghindari perkataan yang tidak perlu,
Inilah yang disebut dengan ucapan benar

Apa perbuatan benar itu ?

Menghindari pembunuhan mahluk hidup,
Menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan,
Menghindari perbuatan asusila,
Inilah yang disebut dengan perbuatan benar


Apa mata pencaharian benar itu ?

Ini merupakan jalan para Ariya,
Telah meninggalkan cara hidup yang salah,
Menjalankan kehidupan yang benar,
Inilah yang disebut sebagai penghidupan yang benar

Apa daya upaya benar itu ?

Seorang Bhikkhu membangkitkan keinginannya, membuat sebuah usaha, mengumpulkan tenaga,mengerahkan pikirannya dan berjuang untuk mencegah unsure-unsur jahat dan tidak sehat yang belum ada di dalam batin. Ia membangkitkan keinginannya, membuat sebuah usaha, mengumpulkan tenaga, mengerahkan pikirannya dan berjuang untuk memusnahkan unsure-unsur jahat dan tidak sehat yang sudah ada di dalam batin.

Ia membangkitkan keinginannya, membuat sebuah usaha, mengumpulkan tenaga, mengerahkan pikirannya, pikirannya dan berjuang agar unsure-unsur jahat dan tidak sehat yang sudah ada di dalam batin,
Tidak membiarkan hilang,
Menumbuhkannya,
Hingga mencapai perkembangan sepenuhnya.
Inilah yang disebut dengan daya upaya benar.

Apa perhatian benar itu?

Seorang Bhikkhu terus menerus merenungkan tubuh sebagai tubuh,
Dengan rajin, selalu waspada dan berhati-hati,
Dan telah melepaskan keinginan dan kegelisahan terhadap dunia,
Ia terus menerus merenungkan perasaan sebagai perasaan,
Dengan rajin, selalu waspada dan berhati-hati,
Dan telah melepaskan keinginan dan kegelisahan terhadap dunia.
Ia terus menerus merenungkan objek-objek pikiran sebagai objek-objek pikiran,
Dengan rajin, selalu waspada dan berhati-hati,
Dan telah melepaskan keinginan dan kegelisahan terhadap dunia.
Inilah yang disebut dengan perhatian benar.

Apa konsentrasi benar itu ?

Seorang bhikkhu telah meninggalkan kesenangan indria, memasuki dan berdiam di jhana pertama, dibarengi pemikiran dan pemeriksaan (ketekunan awal dan terus menerus)
Terlahir dari kesendirian, dipenuhi suka cita dan kegembiraan.

Dan dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan,
Memiliki ketenangan dalam diri sendiri dan kemanunggalan pikiran,
Memasuki dan berdiam dalam jhana kedua,
Yang tanpa pemikiran dan pemeriksaan (ketekunan awal dan terus menerus)
Terlahir dari konsentrasi, dipenuhi suka cita dan kegembiraan.

Selanjutnya dengan memudarnya kebahagiaan,
Berdiam dengan ketenangan yang kokoh,
Penuh perhatian dan waspada,
Keadaannya ini dinyatakan para ariya sebagai berikut :
“Dia tenang seimbang, waspada, orang yang berdiam dengan bahagia”
Ia memasuki Jhana Ketiga

Setelah meninggalkan kesenangan dan penderitaan, dan
Dengan lenyapnya kegembiraan dan kesedihan
Ia memasuki dan berdiam di Jhana Keempat
Yang tidak menyakitkan maupun menyenangkan,
Dan di murnikan lewat ketenangan dan kewaspadaan,
Inilah yang disebut sebagai konsentrasi benar

Inilah yang disebut dengan Jalan Menuju Lenyapnya Penderitaan.